Buron 3 tahun, Penguras ATM Diciduk Saat Pulang Ke Payakumbuh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Tim Buser Satreskrim Polres Payakumbuh, menciduk (menangkap.red) dua orang pria yang sebelumnya buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polisi karena kasus pencurian uang yang berada di Rekenenig/ATM milik seorang bos rumah Makan. Kedua tersangka berhasil ditangkap, saat keduanya pulang kampung ke Payakumbuh dan Merasa sudah aman dari kejaran polisi. Sebelumnya, kedua tersangka sempat buron sejak tahun 2014 lalu, dua pria tersebut berinitial BRP (32) dan YD (26) warga Kelurahan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh. Mereka sebelumnya menjadi tersangka kasus pencurian dengan cara menguras uang pemilik Rumah Makan Talago Jaya yang tersimpan dalam Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebanyak Rp 10 juta lebih.

Kapolres Payakumbuh AKBP. Kuswoto melalui Kasatreskrim Iptu. Wawan Dermawan didampingi KBO Reskrim, Iptu. Eldi Viarso dan Kanit, Ipda. Syafri baru-baru ini mengungkapan bahwa, kasus kejahatan menguras ATM milik korban Dodi Mulyadi dan istrinya Fifi Prima Yanti terjadi, Senin tanggal 16 Juni tahun 2014 lalu sekira pukul 10.00 Wib.Kejahatan tersebut berawal ketika tersangka BRP bekerja sebagai tukang di rumah makam Talago Jaya milik korban menemukan dompet milik korban tertinggal di kamar mandi.

Didalam dompet korban tersebut selain ada surat-surat penting dan selembar foto, juga ada beberapa lembar kartu ATM milik Dodi Mulyadi dan ATM milik istrinya Fifi Prima Yanti. Dibelakang foto yang disimpan korban dalam dompetnya tersebut, tertulis nomor PIN ATM milik kedua suami istri tersebut. Mengetahui dompet miliknya tidak ditemukan, Dodi Mulyadi dan istrinya Fifi Prima Yanti pergi ke Bank Cabang BRI, Bank BNI Cabang Payakumbuh dan Bank Nagari Payakumbuh serta Bank BSM Kota Payakumbuh untuk melakukan pengecekan saldo didalam rekening. Namun setelah dicek ternyata saldonya berkurang.

“Kerugian yang dialami bos rumah makan Talago Jaya itu mencapai Rp 10,4 Juta,” sebut Iptu. Eldi Viarso.
Setelah mendapat laporan pengduan dari korban, pihak kepolisian setempat berusaha mengungkap siapa yang telah menguras uang korban melalui ATM tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, dugaan kejahatan tersebut mengarah kepada tersangka BRP yang menghilang dari rumahnya dan pergi ke Jakarta. Namun, tiga tahun menghilang ke Jakarta, minggu lalu tersangka BRP pulang ke rumahnya di Kelurahan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur. Ternyata, kepulangan tersangka tercium oleh anggota Satreskrim Polres Payakumbuh dan dengan mudah tersangka BRP berhasil dicokok.“Setelah penyidik Satreskrim melakukan pemeriksaan, tersangka BRP akhirnya mengakui bahwa memang ia yang mengambil dompet korban Dodi Mulyadi yang tertinggal di kamar mandi di rumah makan miliknya,” ungkap Kasatreskrim Iptu Wawan Dermawan.

Kepada penyidik tersangka BRP juga mengakui bahwa, ia menguras ATM milik korban Dodi Mulyadi dan ATM milik istrinya Fifi Prima Yanti, berdua dengan temannya berinitial YD. “Uang yang kami kuras lewat ATM tersebut, kami pakai berdua untuk belanja dan untuk ongkos kami ke Jakarta,” aku BRP dan YD kepada penyidik.

Diungkapkan penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh, setelah tiga tahun berada di Jakarta, BRP pulang ke rumahnya. sedangkan temannya YD, lebih awal pulang ke rumahnya. Diakui Kasatreskrim Iptu Wawan Dermawan, setelah mendapatkan laporan ke pulangan kedua pria tersebut, anggota Satreskrim Polres Payakumbuh langsung mencokok keduanya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka pembobol ATM milik bos Rumah Makan Talago Jaya itu sudah diamankan di tahanan Polres Payakumbuh untuk pengusutan lebih lanjut. (Esha Tegar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *