Gawat, 6 Orang Lagi Positif HIV/AIDS di Payakumbuh

Payakumbuh, dekadepos.com 

Tidak jauh berbeda dengan Kasus Narkoba, jumlah penderita/pengidap HIV/AIDS di Payakumbuh dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dari data yang berhasil dihimpun dari Komisi Penangulangan Aids (KPA) Kota Payakumbuh, pada tahun 2017 ini jumlah penderita/pengidap AIDS bertambah sekitar 6 orang. Dari 6 orang tersebut satu orang diantaranya merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) dan lima orang sisanya adalah lelaki yang melakukan hubungan seks dengan sesama jenisnya. Parahnya lagi, salah satu dari lima lekaki itu telah berkeluarga dan memiliki anak.

Sebelumnya pada tahun 2016, jumlah penderita HIV/AIDS yang berhasil dijangkau/melapor ke petugas mencapai 59 orang , namun jumlah tersebut terus bertambah dan kini hingga Juni 2017, jumlahnya mencapai 65 orang yang dominan tertular/terkena HIV/AIDS disebabkan oleh hubungan seksual. Baru-baru ini, bahkan satu orang dari 6 orang yang tertular tersebut telah meninggal dunia saat menjalani hukuman di Lapas Payakumbuh karena tersandung kasus Narkoba. Meski jumlah penderita HIV/AIDS terus bertambah, KPA Payakumbuh terus menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak “ menghukum” mereka yang tertular dengan cara penghukuman sosial. Kedepan semua pihak harus ikut andil dalam mengatasi, pencegahan dan penyebaran serta penanggulangan HIV/AIDS di Payakumbuh.

Selain itu, KPA Kota Payakumbuh juga berharap adanya pengawasan yang ketat terhadap perizinan Café/tempat hiburan malam, warnet sehingga penyebaran dan penularan HIV/AIDS serta perilaku seks menyimpang dapat ditekan. “ Memang untuk tahun 2017 ini jumlah penderita HIV/AIDS mengalami penambahan sebanyak 6 orang, dari 6 orang itu satu orang diantarnya meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sementara lainnya didominasi oleh kaum pria yang melakukan penyimpangan seksual. Untuk Ibu Rumah Tangga yang terkena HIV/AIDS ditularkan oleh sang suaminya. Kedepan kita berharap kepedulian semuanya terhadap HIV/AIDS ini”. Sebut Sekretaris KPA Payakumbuh, Fahman Rizal, Kamis pagi (27/7) disela-sela menghadiri kegiatan Diskusi Publik Ranperda Tentang Pencegahan dan Penangulangan HIV/AIDS di Lantai Dua Restoran Internasional Ngalau Indah Kota Payakumbuh.

Fahman juga menambahkan, kedepan hendaknya para penderita HIV/AIDS di Payakumbuh bisa mendapatkan Layanan Terapi di Rumah-rumah sakit yang ada didaerah ini, sebab selama ini mereka (penderita HIV/AIDS (ODA) .red) atau yang terjangkit harus bertobat ke Kota Padang dan Bukittinggi. “ Karena Payakumbuh merupakan jalur perlintasan Sumbar-Riau, selain rentan Narkoba, juga rentan dengan HIV/AIDS apalagi dunia hiburan di Payakumbuh pada malam hari juga cukup maju dan berkembang, jadi kedepan memang perlu adanya payung hukum mencegah dampak dari HIV/AIDS ini”. Tambahnya.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Payakumbuh, AKBP. Firdaus ZN terus mengingatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda untuk tidak coba-coba mengkonsumsi Narkoba ataupun terlibat dalam peredaran Gelapnya, sebab Narkoba merupakan salah satu pintu masuk seseorang bisa tertular HIV/AIDS. “ Baru-baru ini, kan ada seorang Napi Narkoba yang meninggal dunia karena HIV/AIDS, jadi kita harap itu bisa jadi pelajaran bagi semua. Terutama generasi muda untuk tidak mendekati dan mengkonsumsi Narkoba. Sebab Narkoba merupakan salah satu pintu  masuk bisa tertulat HIV/AIDS”. Sebutnya.  (Esha Tegar).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *