Pesta Narkoba, Mantan Caleg di Payakumbuh dan PNS Kanwilkemenkumhan diciduk

Payakumbuh, dekadepos.com 

Diduga melakukan Pesta Narkoba jenis sabu-sabu disebuah Pondok di dekat Ladang Cabe, seorang Mantan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Payakumbuh pada tahun 2014 lalu, dibekuk Tim Gabungan Satresnarkoba dan BNN Kota Payakumbuh, selain membekuk tersangka bernama Putra Idaman (43)  beralamat di Kelurahan Parik Muko Aia Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Tim Gabungan juga membekuk 4 orang pria lainnya, dimana satu dari empat tersangka itu mengaku  oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) / ASN di Kantor Kementrian Hukum dan Ham Wilayah Propinsi Riau. Kelima tersangka diamankan setelah Tim Gabungan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa disebuah pondok dekat kebun cabe itu sering digelar pesta Narkoba.

Dari informasi yang didapat tersebut, Tim Gabungan melakukan penyelidikan, hingga Sabtu (29/7) Tim gabungan yang dipimpin Kanit I Narkoba, Aiptu. Ardiyanto melakukan penggerebekan dipondok cabe dimaksud sekitar pukul 20.50 Wib, karena kondisi gelap, para tersangka yang telah “ Gila “ Narkoba itu, tidak mengetahui jika sejumlah anggota Polisi dan BNN berpakaian preman telah berada di sekitar lokasi ladang cabe dan melakukan pengepungan. Saat melakukan pengepungan dan pengintaian itulah, Tim Gabungan mendengar komunikasi kelima tersangka masih terkait Narkoba.

Tak membuang waktu, Tim bergerak cepat dengan melakukan penggerebekan, sadar tak bisa melarikan diri, kelima tersangka, masing-masing Putra Idaman (43), Nur Alil Husala (33) PNS Kemenkumham, beralamat di Jalan Medang Bakar Gang Sukajaya No. 06 RT 002 / RW 008 Kelurahan  Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru, Dedet Gunawan (40) seorang pedagang yang tinggal di Jalan Sukajadi Kompleks Puskesmas Kota Pekanbaru, Adrianos (39) warga Jalan Kaharuddin Nasution Kecamatan Marpoyan Suka Damai Kota Pekanbaru, serta Jon Lisman Dt Asa Batuah (53) petani tua yang juga Mantan Caleg asal Kelurahan Parik Muko Aia Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh, kelimanya terpaksa harus menyerah pada keadaan karena tidak dapat melarikan diri.

Dari penangkapan itu, juga berhasil diamankan sejumlah paket Narkoba jenis sabu-sabu dan pil ektasi. Yakni 3 paket sedang diduga narkotika gol 1 jenis shabu yang dibungkus dg plastik bening, 1 paket kecil diduga narkotika golongan 1 jenis shabu yg dibungkus dengan plastik bening, 16 butir pil ekstasi warna ping di simpan dalam plastik bening, 1/2 butir pil ekstasi warna ping di bungkus dengan plastik bening, 1 buah mancis beserta jarum, 1 buah Bong lengkap terbuat dari botol plastik Listerine serta sejumlah unit handphone.

“ Kelima tersangka kita bekuk setelah kita melakukan pengintaian cukup panjang, dan dari informasi yang diberikan masyarakat itu, kita akhirnya melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti Narkoba. Saat digrebek, kelimanya diduga usai mengkonsumsi Narkoba jenis sabu-sabu. Penggeledahan terhadap lokasi penangkapan tersebut disaksiskan oleh aparat kelurahan dan LPM setempat”. Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasat Res Narkoba, Iptu. Hendri Has didampingi Kanit Idik Narkoba, Aiptu. Ardiyanto dan Paur Humas, Aiptu. Hendri Ahadi, Minggu Sore (30/7).

Hendri Has juga menambahkan, jumlah barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu tersebut merupakan jumlah barang bukti terbanyak sepanjang pengungkapan kasus Narkoba dari Januari 2017 hingga akhir Juli ini.

Usai dilakukan penggeledahan dilokasi penangkapan, kelima tersangka digiring ke Mapolres Payakumbuh Kawasan Labuah Silang untuk pemeriksaan lanjutan. Deded Gunawan, salah seorang tersangka, mengakui bahwa barang haram tersebut ia bawa dari Pekanbaru tujuan Kota Padang, dan akan ia serahkan kepada seorang pemesan. Ia nekad melakukan hal tersebut karena tergiur upah jutaan rupiah. “ Barang itu saya beli dari Pekanbaru pak, dan akan saya serahkan kepada seseorang di Padang. Saya diberi uang 3 juta rupiah untuk mengantarkannya”. Sebutnya kepada penyidik.

Sedangkan, Nur Alil Husala (33) PNS Kemenkumham mengakui bahwa ia memang pemakai Narkoba jenis sabu-sabu, bahkan ia telah berulangkali menjalani rehabilitasi atas ketergantungan Narkoba. “ Saya kerja di Kanwil Kemenkumham pak, di bagian Tata Usaha. Saya telah berulang kali direhan. Dua kali diantaranya di Panti Rehab Lido Kabupaten Bogor-Jawa Barat”. Ujar pria bertubuh tinggi itu.

Sementara, Putra Idaman panggilan Da I, dari informasi yang berhasil ditelusuri, ternyata memang benar adalah Caleg dibeberapa kali Pemilu Legislatif (Pileg) di DPRD Payakumbuh, terakhir kali pada tahun 2014 lalu, ia merupakan Caleg DPRD Payakumbuh Daerah Pemilihan Kecamatan Payakumbuh Utara dan Kecamatan Latina dengan Nomor urut 8 dari salah satu partai besar. “ Memang benar yang bersangkutan adalah Caleg DPRD Payakumbuh pada tahun 2014 lalu, saya cukup kaget dengan penangkapan ini”. Sebut seorang Narasumber yang minta namanya tidak ditulis. (Esha Tegar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *