P2KL Pasar Atas,Ngadu ke DPRD

Bukittinggi.Dekadepos.com-

Perwakilan Pedagang kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima (P2KL) Pasar Atas Bukittinggi mendatangi DPRD Bukittinggi untuk menyampaikan aspirasinya, terkait  rencana Pemerintah Kota Bukittinggi menata pasar atas.Sehingga para pedagang P2KL merasa resah akan  kehilangan tempat berjualan dibalik penataan pasar atas tersebut.

Para anggota P2KL yang datang ke DPRD itu diterima oleh Wakil ketua DP RD,H.Trismon, anggota DPRD,Edison Katik Basa yang memimpin pertemuan,juga ada Dedi Fatria,Uneva Haryanto,Yusra Adek dan Asril,dari Pemko Bukittinggi hadir Asisten II,H.Ismail Johar,Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi,Muhammad Idris,Kabag Hukum dan HAM,Isra Yonza.

Dalam pertemuan itu,Nof, salah seorang perwakilan pedagang Kaki Lima  pasar atas,melihat ada unsur ketidakadilan dalam pengataan ini.Pedagang Kaki Lima  mendukung penataan atau renovasi pasar atas.Tapi tolong dengan tempat PKL berjualan juga di renovasi.Sebab antara PKL  yang punya legalitas di seputaran pasar  atas satu paket dengan  pedagang pasar atas.Artiya, saling terkait dan sa ling mendukung.Jadi, kalau pasar atas di renovasi,tolong juga tempat kami direno vasi ,ujar Nof.

Menurut Nof,sewaktu  P2KL tatap muka dengan walikota, kita telah sampai kan keinginan pedagang kaki Lima yang tegabung dalam P2KL untuk  dapat mere novasi tempat berdagang PKL,sebab tempat yang ditempati sekarang ini sudah ti dak layak lagi.Waktu itu pak wali hanya mengatakan akan kira tata.

Sekarang,dalam renovasi Pasa Atas,justru pedagang kaki Lima memiliki keti dak pastian akan tempatnya berjualan.Apalagi ada imeg dari pedagang dalam pa sar Atas,kami PKL ini menghambat gang atau jalan,sehingga tidak ada akses jalan kedalam Pasar Atas.Jadi gang dan jalan mana yang kami hambat.tanya Nof.

Terkait dengan Renovasi yang akan segera dilaksanakan,Pedagang KakiLima juga butuh kepastian,tentang naibnya.Sebab mereka pedagang kaki lima tidak ingin hidupnya terkatung katung setelah renovasi dilakukan.Apalagi ada rencana Pemko Bukittinggi untuk menggusur para Pedagang kaki Lima yang persis berada dipinggir Pasar Atas,tambah Nof.

Untuk itu,kami datang ke DPRD  ini melaporkan nasib kami,dan meminta kepastian akan tempat berjualan,sekaigus meminta perlindungan agar dapat di perhatikan Pemerintah kota Bukittinggi.kata Nof lagi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi Muhammad Idris pada kesempatan itu menjelaskan, tahun 2018 atau 2019, kiri kanan Pasar Atas akan ditata. Untuk tahun ini, akan ditata bagian depan pasar Atas.Kita akan pasang karnopi dan kaca di bagian depan Pasar Atas dalam rangka mempercantik Pasar Atas.

Kemudian,Sekarang ini, kita melihat jalan masuk ke Pasar Atas tak jelas lagi .Dan banyak keluhan masyarakat datang ke Pemko Bukiittinggi.Untuk itu,Pemko perlu untuk membenahi Pasar Atas agar terlihat jelas keberadaannya dan keindah annya sebagai Pasar ikon Kota Bukiittinggi.Terkait dengan Renovasi ,jelas ada pe nertiban sekaligus mendata para PKL yang ada diseputaran Pasar Atas.

Dan Penataan yang dilakukan tidak akan merugikan pedagang. Mereka ha nya pindah dari koridor Pasar Atas ke depan jalan.Kita akan carikan lokasi dulu atau diukur, baru dipindahkan. Untuk di blok A Timur, harus pindah  dulu baru ditata ,Kita harapkan pedagang bisa berjualan aman,nyaman dan tertib.Yang ter dampak renovasi yang akan diadakan sekarang ini, hanya  2 pedagang yang ada di bagian depan Pasar Atas.Ungkap Muhammad Idris.

Dan kedepannya,setelah Pasar Atas  ini di Renovasi dan pedagang kaki Lima sudah didata,maka mereka pedagang kaki lima yang selama ini berjualan menempel ke bangunan Pasar Atas  akan dipindahan kedepannya atau seberang jalannya Petak Karnopi-red).Sebab para PKL yang menempati petak karnopi seka rang ini sudah banyak yang keterlaluan.Pasalnya pada awalnya petak karnopi itu diberikan dengan ukuran 1,5 m,sekarang  justru ada yang memiliki sampai 3 m. Untuk itu mereka juga kita tata dan ukuran kedainya disamakan 1,5  m ,maka para pedagang yang menempel ke Pasar Atas,semuanya pindah ke lokasi petak Karnopi tersebut,ujar Muhammad Idris.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD H.Trismon mengharapkan penataan Pasar Atas ini jangan menimbulkan keresahan dan gejolak bagi pedagang.Pemko dan pedagang harus satu pendapat dan menjalin komunikasi.

Tujuan penataan adalah agar pasar tertata rapi sehingga aksesnya mudah dan tak ada kesemrawutan. Kalau pasar cantik dan indah, pedagang akan nyaman . DPRD melihat ada miskomunikasi antara pemko dan pedagang. Untuk itu, DPRD memfasilitasi pedagang dan Pemko.Kebijakan menimbulkan gejolak juga tidak baik,ujarnya.

“Mari komunikasikan kembali dan tak usah terburu-buru.DPRD bukan tak mendukung, tapi kegiatan dan program Pemko jangan timbulkan keresahan atau gejolak.Tanpa didukung dengan mall, Bukittinggi sudah memiliki pasar modern. Kalau diberi kaca, itu berbahaya .Jadi Setiap kegiatan hendaknya bisa didukung masyarakat /pedagang,”,ungkap. H. Trismon.(Edis )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *