OKNUM TNI YANG ‘MENGGUNDA’ KEPALA POLANTAS DI PEKANBARU, JUGA PERNAH GADUH DENGAN POLISI DI PADANG

PEKANBARU, dekadepos.com-

Komandan Resort Militer (Danrem) 031 Wirabima Bukit Barisan Brigjen TNI AD Abdul Karim membeberkan bahwa,  Serda Wira Sinaga anggota Komando Resort Militer Wirabima Bukit Barisan 031, Pekanbaru, yang ‘menggunda’ atau melakukan pemukulan terhadap anggota Polisi Lalulintas (Polantas) Polresta Pekanbaru,  Bripda Yoga Vernando, pernah bikin gaduh dengan anggota Satlantas di Padang.

Kejadian itu, ungkap Brigjen TNI AD Abdul Karim, terjadi tahun 2015 lalu ketika Serda Wira Sinaga, bertugas di Korem 032/Wirabraja di Padang. Setelah bermasalah dengan Polantas di Padang, ulas Brigjen TNI AD Abdul Karim, Serda Wira Sinaga dipindahkan ke Korem 031 Wirabima, Riau.

“Serda Wira Sinaga punya setumpuk masalah selama berdinas dan dia pernah dihukum selama 1 bulan 20 hari,” sebut Brigjen TNI AD Abdul Karim seperti dikutip www.faktariau.com.

Diungkapkan Brigjen TNI AD Abdul Karim, setelah kepulangannya pasca operasi militer di Papua pada tahun 2013, Serda Wira Sinaga, sering berbuat ulah. Selain tidak disiplin, dia juga sering meninggalkan dinas tanpa izin dan acap kali mendapat hukuman.

Danrem 031 Wirabima Minta Maaf                

Pasca terjadinya insiden pemukulan dilakukan oknum TNI Serda Wira Sinaga terhadap anggota Polantas Polres Pekanbaru Bripda Yoga Vernando, kemudian kasusnya menjadi viral di media sosial, dia langsung dijemput di rumahnya dan langsung diproses.

” Serda Wira Sinaga telah ditahan di sel isolasi Denpom sejak Kamis 10 Agustus 2017 malam,” ujar Brigjen TNI AD Abdul Karim sekaligus dengan tegas menyatakan bahwa tindakan  Serda Wira Sinaga bakal diproses sesuai aturan yang berlaku dalam hukum militer dan akan diberikan sanksi tegas atas arogansinya.

Diakui Brigjen TNI AD Abdul Karim, setelah dilakukan pemeriksaan intensif, kepada penyidik Serda Wira Sinaga mengakui tidak memakai atribut lalu lintas saat insiden itu terjadi. ” Dia memang tidak memakai helm saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman atau di depan Plaza Sukaramai,” ujar Brigjen TNI AD Abdul Karim.

Dijelaskan Brigjen TNI AD Abdul Karim, dalam kesehariannya, Serda Wira Sinaga memang tidak pernah membawa helm. Dia selalu ‘nyeleneh’ kalau diingatkan sesama rekannya.”Hari-harinya selalu seperti itu, suka nyeleneh juga orangnya,” kata jenderal berbintang satu ini.

“ Atas terjadinya insiden pemukulan ini, saya meminta maaf kepada Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan Polresta Pekanbaru. Dan, saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada jajaran Polda Riau. Memang ada anggota melakukan pelanggaran,” kata Brigjen TNI AD Abdul Karim.

Tak hanya kepada Polri, Brigjen TNI AD Abdul Karim meminta maaf,  kepada masyarakat Indonesia Danrem 031 Wirabima itu juga mengungkapkan pernyataan maaf karena arogansi Serda Wira sudah menjadi perbincangan serta menjadi sorotan.

“Mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia,” kata Abdul Karim usai melihat Serda Wira Sinaga di sel isolasi milik Detasemen Polisi Milter TNI AD di Jalan Ahmad Yani, Kota Pekanbaru, Riau.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis, (10/8), Serda Wira Sinaga melintas di Jalan Jenderal Sudirman, persisnya di depan Plaza Sukaramai atau dikenal Ramayana, Pekanbaru. Dia menggunakan sepeda motor tanpa helm dan atribut lainnya seperti kaca spion.

Bripda Yoga Vernando yang kebetulan berdinas di sana menghampirinya memakai sepeda motor dan berniat menasehatinya. Serda Wira Sinaga langsung mengamuk. Diapun menampar Bripda Yoga dan menendang sepeda motor milik Polantas Polresta Pekanbaru itu.

Aksinya ini direkam warga sekitar sehingga menjadi viral di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Diapun dijemput petugas Polisi Militer TNI AD dan ditahan untuk diproses sesuai aturan belaku bagi militer. (esha tegar)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *