8 Pekerja Ditetapkan Jadi Tersangka

oleh

PAYAKUMBUH, (dekadepos)– Polres Payakumbuh menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam kasus penggerebekan pabrik Miras di Kota Payakumbuh. Sedangkan 1 orang diantara delapan tersangka, ternyata adalah anak bos atau pemilik usaha pabrik minuman keras (Miras) bernama Ating yang sampai saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Payakumbuh pada Kamis siang 12 April 2018 di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Padang Tinggi Piliang Kecamatan Payakumbuh Barat berhasil mengungkap atau menggerebek pabrik Miras milik seorang pengusaha asal Pekanbrau, Riau.

Dalam penggerebekan itu anggota Polres Payakumbuh selain mengamankan ribuan botol Miras berbagai jenis dan merek yang telah dikemas dalam kardus, Polisi juga mengamankan bahan-bahan, alat-alat pembuat Miras serta delapan orang pekerja. Kedelapan orang pekerja yang diamankan tersebut masing-masing bernama Bangkit Senjaya, ‎Satrisno, ‎Carkim, ‎Danu Jaya, ‎Kasidin, ‎Rismono, ‎Sobari serta ‎Taskim.

Menurut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Endrasetiawan Setyowibowo didampingi Wakapolres. Kompol. Eddisra melalui Kabagops Polres Payakumbuh, Kompol Basrial didampingi Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution KBO Reskrim, Iptu. Eldi Viarso, Kasubag Humas, Iptu. Hendri Has serta Paur Humas, Aiptu. Hendri Ahadi, Minggu (15/4) menyebutkan bahwa, kedelapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu melanggar Pasal 204 KUHP serta Pasal 137 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

“ Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap kedelapan orang yang sebelumnya kita amankan, mereka kita tetapkan jadi tersangka. Sementara untuk pemilik pabrik Miras masih kita buru,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Endrasetiawan Setyowibowo didampingi Wakapolres. Kompol. Eddisra melalui Kabagops Polres Payakumbuh, Kompol. Basrial didampingi Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution KBO Reskrim, Iptu. Eldi Viarso, Kasubag Humas, Iptu. Hendri Has serta Paur Humas, Aiptu. Hendri Ahadi.

Kompol. Basrial juga menambahkan, dari pengakuan para tersangka menyebutkan bahwa, dari ratusan botol Miras yang mereka produksi tiap harinya, hanya untuk dibawa ke Pekanbaru, sehingga diperkirakan tidak beredar di Payakumbuh maupun daerah lainnya di Sumatera Barat.

“Miras yang mereka produksi tersebut untuk dibawa ke Pekanbaru, dan tidak untuk diedarkan di Payakumbuh ataupun wilayah lainnya di Sumatera Barat,” ujar Kompol Basrial.

Pengungkapan pabrik Miras yang bisa memproduksi Miras ratusan botol perharinya itu mendapatkan perhatian serius dari Kapolda Sumbar, Brigjen. Fakhrizal.

Buktinya, Jumat (13/4), Wakapolda Sumbar, Brigjen. Damisnur melihat langsung barang bukti Miras yang berhasil diamankan atau disita oleh jajaran Polres Payakumbuh itu. Selain mengapresasi Jajaran Polres Payakumbuh, Brigjen. Damisnur juga menegaskan agar para pelaku ditindak tegas sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Tidak itu saja, Wakapolda juga memerintahkan jajaran Polres Payakumbuh untuk terus melakukan razia terhadap penjual Miras yang ada diwilayah hukum Polres Payakumbuh, sehingga tidak ada korban jiwa yang muncul akibat mengkonsumsi Miras.

“ Kita apresiasi jajaran Polres Payakumbuh yang berhasil mengungkap pabrik Miras, kedepan terus lakukan razia terhadap penjual Miras di wilayah Hukum Polres Payakumbuh sehingga tidak akan muncul korban jiwa akibat menenggak Miras,” sebut Wakapolda, seperti ditirukan Kompol Basrial.

Sementara itu, upaya perburuan terhadap pemilik pabrik Miras yang disebut-sebut berada di Kota Pekanbaru, Riau terus dilakukan Polisi, namun hingga kini keberadaannya masih belum diketahui.

“ Anggota sudah kita tugaskan untuk melacak keberadaan pemilik pabrik Miras itu, kita juga telah bekerjasama dengan anggota Polisi di Pekanbaru,” tutup Basrial. (est)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *