Sekap dan Raba Bagian Terlarang Korban,Dukun Bejat Ditangkap Polisi

oleh
A tersangka dukum cabul ditangkap polisi.

LIMAPULUH KOTA, (dekadepos.com)

Seorang mengaku sebagai pegawai honorer berinitial A (58) warga Parak Congkak, Kelurahan Pulai Anak Air, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Kamis (20/6) ditangkap dan dijebloskan ke kandang situmbin Polsek Guguk, karena dilaporkan telah melakukan praktek perdukunan dan tindak kejahatan penyekapan, penganiyaan serta pencabulan terhadap seorang wanita yang ingin berobat kepada tersangka.

Menurut informasi yang diperoleh, tersangka A ditangkap anggota Satreskrim Polsek Guguak, setelah korban, sebut saja namanya Wulan, membuat laporan ke Polsek Guguak dengan nomor laporan polisi Nomor: LP/55/VI/2018 / Sektor Guguk, tanggal 19 Juni 2018, terkait tindak kejahatan penyekapan dan perbuatan cabul dengan kekerasan kepada diri korban.

Menurut pengakuan korban kepada penyidik Satreskrim Polsek Guguak, sebelum perbuatan cabul dengan kekerasan itu dialaminya, korban datang ke rumah kontrakan tersangka yang sekaligus menjadi tempat praktek perdukunan bagi tersangka di Jorong Bukit Apit, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi memperlihatkan barang bukti alat kejahatan yang dipergunakan tersangka dalam praktek perdukunannya.

Namun ketika tersangka A menjalani praktek perdukunannya, kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk mengumbar nafsu bejatnya kepada korban dengan cara meraba-raba bagian terlarang korban.

Tidak terima mendapat perlakukan pelecehan seksual dengan kekerasan oleh tersangka, pada hari Selasa (19/6) korban mengadu ke Polsek Guguak atas kasus pencabulan dengan kekerasan yang dialaminya.

Diakui korban, modus kejahatan yang dilakukan tersangka berusaha membaluri air yang sudah dibaca mantera-mantera ke seluruh tubuh korban sambil meraba-raba bagian terlarang korban.

Tak hanya itu, malah dukun cabul yang memiliki ilmu hitam yang bisa membuat orang kesurupan itu sempat menyekap korban selama 4 hari di rumah kontrakannya atau di tempat praktek perdukunannya di Jorong Bukit Apit, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak.

Selama korban disekap, dukun bejat itu berusaha melakukan tindak kejahatan penganiyaan dengan cara mengikat, memukul dan menyundup tubuh korban dengan api rokok, serta meludahi korban karena  menolak diajak melakukan hubungan badan. Tak hanya itu, malah korban juga disuruh meminum air ramuan yang sudah dicampuri air kencing tersangka.

Selama 4 hari dalam penyekapan dan mendapat serangkaian tindak kekerasan, korban berhasil kabur atau melarikan diri  dari rumah kontrakan atau tempat praktek perdukuan tersangka A dan kemudian melapor tindakan kejahatan itu kepada Polsek Guguak.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis melalui Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi didampingi Kanit Reskrim Aiptu Mansyurdin membenarkan telah menangkap tersangka A atas kasus tindak kejahatan dan perbuatan cabul dengan kekerasan yang dilakukan tersangka kepada korban.

Selain tersangka, anggota Satreskrim Polsek Guguak berhasil menyita barang bukti (BB) 2 buah tasbih,  2 buah berbentuk jimat, 3 buah pisau kecil dan 1 buah pisau besar, 3 buah keris, piring loyang dari almunium yang diduga dijadikan tersangka sebagai media atau alat perdukunannya.

“Sejauh ini sudah ada 2 orang wanita yang menjadi korban dan membuat laporan kepada Polsek Guguak terkait  kasus kejahatan perdukunan dan perbuatan cabul yang dilakukan tersangka. Kemungkinan jumlah korban tindak kejahatan tersangka A cukup banyak dan saat ini penyidik Satreskrim Polsek Guguak masih dalam pengembangan kasus,” ungkap Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi.

Menurut pengakuan tersangka, selama melakoni praktek perdukunan tersangka tidak hanya menerima pasien perempuan saja, namun jika ada pasien laki-laki yang ingin berobat kepadanya juga diterima tersangka asalkan calon pasiennya itu punya uang banyak.

Masih menurut pengakuan tersangka, sebenarnya tersangka tidak memiliki kemampuan untuk mengobati orang dengan ilmu perdukunan. Namun, untuk meyakinkan para korbannya, tersangka mengaku memiliki ilmu hitam yang bisa membuat orang kesurupan.

Untuk pengusutan lebih lanjut, pungkas Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi.  tersangka bersama barang bukti (BB) sudah diamankan di Mapolsek Guguak. (edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *