H. Gusmal-Yulfadri Nurdin: Masih Banyak yang Harus Dibenahi

oleh

SOLOK, Dekadepos.com-

Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dan Wakil Bupati Solok menyebutkan bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi kedepannya untuk membangun Kabupaten Solok agar menjadi Kabupaten yang terbaik dari yang baik, termasuk tata pemerintahan dan pembangunan serta juga pendidikan.

“Harus kita akui, bahwa masih banyak hal yang harus kita benahi untuk membangun Kabupaten Solok kedepannya, seperti sector mental pegawai, pembenahan tenaga kontraktor, Sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, olahraga, moralitas generasi muda serta sektor ekonomi masyarakat. Hal itu jelas tidak bisa kita kerjakan sendiri dan butuh kerjasama semua pihak, baik SKPD, DPRD, Depag, Camat, Walinagari dan juga masyarakat itu sendiri agar berkomitmen untuk mau maju dan berubah, bukan hanya mengujat,” jelas Wakil Bupati Yulfadri Nurdin, Minggu (8/7)

Disebutkan Wabup Yulfadri Nurdin, bahwa dari segi prilaku masyarakat dan generasi muda saja, diperlukan kesadaran agar agar menjahui narkoba atau terlena dalam-hal-hal yang tidak bermanfaat dan harus mau merubah dari kebiasaan buruk kepada yang baik. Sementara dari segi kepegawaian, masih banyak ASN yang belum memahami tufoksinya dan kurang didiplin dalam bekerja dan tanggungjawab.

“Faktor didiplin para pegawai yang rendah, factor keponakan yang sangat segan kepada mamak yang beberapa tahun lalu masih menjadi kebanggaan bagi masyarakat Minang. Saat ini seiring masuknya tekhnology, seorang keponakan tidak lagi begitu menghargai mamaknya. Atau juga mamak itu sendiri yang tidak lagi menanamkan pendidikan moral kepada keponakannya. “Maka dari itu, kita akan benahi dulu lambat-lambat, seperti dengan program maghrib mengaji dan subuh berjamaah. Kalau ilmu agama sudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka saya optimis pembangunan fisik akan gampang saja kita lakukan,” jelas Yulfadri Nurdin.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Solok, H. Gusmal bahwa membangun Kabupaten Solok haruslah dimulai dari mental masyarakatnya bukan hanya pembangunan fisik saja. “Saat ini kita juga merasa prihatin, karena banyaknya kasus asusila yang terjadi di Kabupaten Solok, seperti Narkoba, LGBT dan juga tingkat disiplin para pegawai dan termasuk menurunnya factor moral para remaja dan orang tua. Hal ini jelas tanggungjawab kita bersama, bukan hanya para niniek mamak dan guru saja,” jelas H. Gusmal. Dicontohkan Bupati, beberapa waktu lalu di Kabupaten Solok terjadi kasus pencabulan anak kandung oleh ayahnya sendiri, menandakan bahwa moral masyarakat sudah banyak yang harus dibenahi, salah satunya tentunya dengan kembali ke agama. “ Pengawasan orang tua, guru, Walinagari, BMN dan juga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar kembali keaqidah agama. Kalau itu sudah terlaksana, maka semua pembangunan yang kita rencanakan, seperti membangun pertanian, pariwisata, pendidikan tadi, isnyaalah akan terwujud,” pungkas H. Gusmal.

Selain itu, kurangnya kesadaran dan tanggungjawab setiap pribadi terhadap apa yang diembankan kepada dirinya, jelas akan berdampak buruk pada hasil pekerjaan (jarbat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *