Bantuan Dari Luhak Limopuluah Sampai di Lombok, Korban Gempa Ucapkan Terima Kasih  

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban bencana Gempa yang terjadi beberapa hari lalu mengucapkan terima kasih kepada warga Sumatera Barat khususnya warga Luhak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota) pengendara roda dua, roda empat, pedagang toko, PKL maupun pejalan kaki yang melintas di beberapa titik lampu merah tempat sebab bantuan yang mereka berikan melalui penggalangan dana yang dilakukan Balai Wartawan Luhak Limopuluah (BW) bersama Srikandi FKKPI Kota Payakumbuh, Wirda Ningsih telah mereka terima dan manfaatkan dengan baik.

Sebelumnya, usai melakukan penggalangan dana, BW dan Wirda Ningsih menyerahkan bantuan yang digalang kepada perwakilan Minangkabau Muslim Care (MMC) yang masih menggalang dana di Lampu merah depan Mesjid Ansharullah (Muhammadiyah.red) Payakumbuh. Bantuan yang digalang mecapai Rp. 4 juta serta 3 dus pakaian baru dan bekas yang masih layak pakai. Penyerahan dilakukan di depan Mesjid Ansharullah. Baca : http://www.dekadepos.com/2018/08/07/dua-hari-galang-dana-bw-serahkan-bantuan-ke-mmc/

“ Mewakili korban gempa Lombok, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diserahkan. Mudah-mudahan, apa yang diberikan masyarakat Sumbar khususnya warga Luhak Limopuluah dapat meringankan penderitaan saudara-saudara kita disini.” Ujar Ketua MMC, Ustad Siddieg Al-Minangkabawy Rabu siang melalui pesan singkat.

Pembela Agama Allah yang aktif berdakwah hingga ke Pelosok dan pedalaman itu juga mengatakan, selain turun melakukan penggalangan dana bagi korban gempa, MMC juga datang langsung ke lokasi gempa di Lombok untuk membantu warga disana, baik menyalurkan bantuan, membersihkan puing-puing sisa gempa ataupun memberikan penguatan bagi mereka yang masih trauma akibat gempa yang menelan korban jiwa itu.

“ Mudah-mudahan keberadaan kami disini dapat membantu saudara-saudara kita yang tengah berduka. Mereka semua adalah saudara kita, untuk itu kita berkewajiban untuk menolong.” Tutup Siddieg.

Hingga kini di Dusun Pelotop Desa Sokong Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara 500 Kepala Keluarga (KK) yang menerima bantuan masih trauma, mereka memilih untuk tetap mengunsi diatas Bukit. sebab rumah-rumah mereka rata dengan tanah akibat gempa beberapa hari lalu. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *