Anggur Murah yang Dijual Dijalan Itu Bebas Formalin dan Pestisida

oleh
foto:Istemewa

“Dari dua sampel (anggur,red) ini, setelah dilakukan uji labor aman untuk dikonsumsi, karena kandungan formalin maupun pestida di bawah ambang batas,” sebut Efendi

Padang, Dekadepos.com

Kekhawatiran masyarakat selama ini atas dijual murahnya anggur di sepanjang jalan raya Buayan, Padang Pariaman dan Padang By Pass, akhirnya terjawab. dari hasil pemerikasaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ternyatu anggur-anggur tersebut aman dikonsumsi karena tidak terdeteksi mengandung formalin dan bebas dari pestisida.

Kepala Dinas Pangan Sumbar, Efendi kepada wartawan usai rapat tim Pengawas Pangan Terpadu Sumbar, Senin (24/9) di kantor Dinas Pangan Sumbar mengatakan dari hasil uji labor di Balai POM Padang terkait kandungan formalin anggur maupun uji labor terkait pestisida di Labor Pertanian Sumbar, Bandar Buat, ternyata di bawah ambang batas.

Seperti kita ketahui, berapa waktu lalu, dalam Sidak Tim Dinas Pangan Sumbar bersama tim Dinas Pangan Padang mengambil sampel angur yang dijual di Buayan dan mengambil sampel anggur tersebut di kawasan Padang By Pass, untuk dibawa ke labor Pertanian dan Balai Besar POM. “Dari dua sampael ini (anggur,red), setelah dilakukan uji labor aman untuk dikonsumsi, karena kandungan formalin maupun pestida di bawah ambang batas,” sebut Efendi

Dikatakannya, pedagang ramai berjualan anggur merah itu, sudah diketahui sejak minggu kedua Agustus saat melewati jalan Raya Buayan, Padang Pariaman. Yang menjual adalah warga sekitar dan ramai dibeli orang yang lewat. Seminggu lalu mulai dijual pedagang pula di kawasan Padang By Pass.

Tadinya dibiarkan saja, karena selain belum ada laporan yang menyebut mengonsumsi anggur tersebut, sakit seperti sakit perut atau yang merugikan konsumen, barang yang dijual itu juga tidak termasuk sembilan kebutuhan pokok.

Lagi pula, buah yang dijual itu biasa dikonsumsi masyarakat kalangan menengah ke atas. Jadi kalau ada yang menjual anggur dengan harga lebih murah wajar jika masyarakat mencarinya. Harga anggur biasanya Rp80 ribu ke atas per kilogramnya. Anggur dimaksud hanya rata-rata Rp50 ribu/kg.

Terasa agak ganjil saat para pedagang itu menjual anggur dengan panas terik, tanpa payung atau pelindung. Tidak lazimnya seperti itu orang berdagang anggur. Makanya pedagang didatangi dan dibeli satu kilogram untuk dijadikan sampel.

Menurut hasil investigasi yang dilakukannya, anggur tersebut agennya di Pasar Usang dan anggur didatangkan dari Medan. Juga ditemukan, anggur tersebut diimpor dari China oleh sejumlah importir, dengan merek Table Grapes, Red Grape dan lainnya.

Ia mengajak warga Sumbar, jika ragu mengonsumsi buah impor seperti anggur, konsumsilah buah lokal yang banyak diproduksi di Sumbar. Beragam lagi seperti pisang, mangga, manggis, durian, nenas, jambu air dan lainnya.

Sumber: Topsatu.com

2 thoughts on “Anggur Murah yang Dijual Dijalan Itu Bebas Formalin dan Pestisida

  1. dibawah ambang batas. berarti ada sedikit mengantung pestida atau formalin? begitu maksudnya pak? tolong dijelaskan lebih spesifik lagi pak. trimakasih

    1. Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI Islana Ervandiari pernah menjelaskan, bahwa panganan segar pasti mengandung kimia hanya saja kadarnya masih dalam ambang yang diperbolehkan.

      Pestisida sangat digunakan para petani untuk melindungi tanaman dari serangan hama atau virus. Tapi, kandungannya tidak melebihi batas yang ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *