Rumah Kepsek Terbakar

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Malang sakijok mato, mujua sapanjang hari. Pribahasa ini setidaknya dirasakan Zedridal (58) dan istrinya Sumarni (53). Betapa tidak, rumah permanen miliknya di Belakang Komplek PU, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Rabu (10/10) sekitar Pukul 8.00 wib hangus dilalap sijago merah.

Saat musibah kebakaran itu terjadi suami istri ini tidak berada di rumah. Karena baru berselang setengah jam baik Zedridal maupun Sumarni meninggalkan rumah untuk beraktivitas ketempat tujuan masing-masing. Zedridal hendak menuju Kota Pekanbaru, Riau dan Sumarni hendak pergi mengajar dan menjadi kepala sekolah di SD Negeri 08 Simpang Tigo, Jorong Pasar Usang, Nagari Pangkalan.

“Saya dapat kabar terjadi kebakaran langsung ke lokasi. Kemudian dari informasi yang beredar dimasyarakat bahwa pemilik rumah pak Zedridal dan ibu Sumarni tidak berada di rumah. Pak Zedridal hendak menuju Pekanbaru Riau, sedangkan istrinya menuju Sekolah SDN 08, karena dia kepala Sekolah di SDN itu,” terang Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamano, Rabu (10/10) saat dihubungi wartawan.

Dikatakan Walinagari, rumah permanen bertingkat ini memang hanya didiami oleh Zedridal dan Sumarni. Sedangkan tiga orang anaknya dua laki-laki dan seorang perempuan berada diperantauan. Dimana satu orang anaknya bekerja di Abudabi Uni Emiran Arab. Dan Seorang merupakan bidan.

Camat Pangkalan Kotobaru, Zulkifli Lubis membenarkan telah terjadi kebakaran rumah milik Kepala sekolah SDN 08 Pangkalan. Namun hingga kini dia belum mendapat informasi pasti apa penyebab terjadinya kebakaran.

“Sampai kini belum diketahui penyebab api. Namun, api terlihat menghanguskan bangunan rumah bagian belakang dan lantai dua rumah,” sebut Camat kepada awak media melalui WastApp miliknya.

Kapolsek Pangkalan Kotobaru, AKP Dika, membenarkan telah terjadi kebakaran satu unit rumah permanen milik Kepala Sekolah SDN 08 Pangkalan.

“Kebakaran terjadi sewaktu rumah dalam keadaan kosong karena pemilik rumah pergi ke sekolah dan suaminya pergi ke Pekanbaru, kerugian sekira Rp.500 juta. Api dapat dipadamkan sekira jam 09.00 wib berkat kerjasama anggota Polsek dan masyarakat dan Damkar yang didatangkan dari Kapur IX dan Tanjuang Pati, sehingga Api dapat dipadamkan pukul 9.00 Wib,” sebutnya.

Dikatakab Kapolsek, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait asal api. Namun dugaan sementara api berasal dari konsleting arus pendek listrik. “Kita masih melakukan penyelidikan, namun dugaan sementara api berasal dari konsleting arus pendek,” sebut Kapolsek.

Seperti diketahui lokasi rumah Sumarni berdekatan dengan MTs Muhammadiyah yang terbakar beberapa waktu lalu.(edw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *