Berbahaya, Ruas Jalan Disimpang Stasiun Bukittinggi Berlobang

oleh

Bukittinggi,dekadepos.com

Edison Katik Basa anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksai Golkar memin ta kepada Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas PU-PR untuk dapat memperbaiki ruas jalan Simpang Stasiun menuju Jalan Tengah Sawah. Sebab ruas jalan itu selain terus digenangan air karena tidak adanya Drainase juga badan jalan yang di genangan air itu berlobang, sehingga sangat membayakan bagi pengguna jalan tersebut.
           
Kepada dekadepos.com Edison Katik Basa, Kamis (11/10/2018) menyebutkan, ruas jalan yang digenangan air itu berada diantara 2 pagar areal Stasiun Bukittinggi. Ruas jalan yang pendek itu cukup ramai dilalui pengguna jalan, sebab ruas jalan itu merupakan jalan keluar dari Kelurahan ATTS ke Simpang Stasiun.
           
Dan setiap hari hujan, ruas jalan itu selalu digenangani air sampai setinggi 30 Cm. Sementara di tengah tengah ruas jalan itu ada lobang yang juga cukup dalam. Sehingga dengan kondisi lobang jalan yang berlobang dan digenangani air itu sangat membahayakan bagi masyarakat pengguna jalan tersebut,terutama bagi pengendara sepeda motor.
           
Untuk itu, agar adanya kenyamanan masyarakat melalui ruas jalan tersebut, dan terhindar dari bahaya kecelakaan. Kita sangat mengharapkan adanya perhatian Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas PU-PR, untuk dapat memperbaiki kondisi jalan itu, ujar Politisi Partai Golkar tersebut.
          
“Setidaknya untuk tindakan awal ini, Dinas PU dapat membuatkan aliran air yang tergenang ,sekaligus menambal jalan yang berlobanjg, sehingga dengan tindakan itu, kita sudah dapat menyelamatkan masyarakat dari ancaman kecelakaan di ruas jalan tersebut”,ungkap Edison Katik Basa.
           
Sementara itu Kabid Jalan,Jembatan dan Drainase,Dinas PU-PR,Syafriyaldi yang dikomfirmasi Dekadepos melalui Ponselnya Kamis senja, membenarkan adanya air tergenang di ruas jalan antara Simpang Stasiun dengan jalan Arusuli itu, dan areal jalan itu milik PT.KAI. Namun di balik pagar PT.KAI itu ada saluran airnya, tetapi,karena adanya pembongkaran areal Stasiun,saluran air itu tersumbat,dan berada didalam pagar PT.KAI,ujar Syafriyaldi.
           
Sedangkan untuk lobang yang ada ditengah tengah badan jalan itu,kita akan usahakan besok untuk menyedot air yang tergenang,dan kalau memungkinkan ,kita akan usahakan untuk menambal jalan yang berlobang tersebut , sehingga ruas jalan itu tidak lagi membahayakan bagi penggunanya,kata Syaf riyaldi singkat saja. (Edis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *