Bejad, Saat Antar Pesanan Oknum Pengantar Galon Cabuli Balita

oleh

LIMAPULUH KOTA,Dekadepos.com

Bejad, begitulah kata-kata yang tepat disematkan kepada pria ini. Betapa Tidak, ketika bekerja mengantar Galon kerumah pelanggannya, APR (18) asal Jorong Koto Tuo, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh kota, diduga nekat melakukan aksi pencabulan terhadap balita, sebut saja Melati (4).

Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Haris Hadis, melalui Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi, SH didampingi Kanit Reskrim Aiptu Masyurdin, Minggu (21/10) kepada wartawan mengatakan dugaan
Aksi bejadnya ini dilakukan pada Jumat (19/10) lalu sekitar Pukul 15.30 Wib.

“Memang benar kita menangkap Pelaku dengan Sprin Kap Sp.Kap / 09 / X / 2018, tgl 19 Oktober 2018. Dalam perkara perbuatan Cabul Terhadap Anak Dibawa Umur. Pelaku kita amankan ke Polsek Guguak, karena sebelumnya pelaku diamankan masyarakat setempat dan orangtua korban,” ujarnya.

Disampaikan Kapolsek Guguak, Perbuatan APR dilakukannya dibelakang sebuah rumah tidak jauh dari rumah orangtua Melati. Meski rumah itu berada dipinggir jalan, namun siang itu kondisi sekitar rumah tampak sepi dari aktivitas manusia. Kesempatan itu dipergunakan APR untuk mencabuli Mawar.

Beruntung aksi APR cepat diketahui Orangtua Mawar. Dimana siang itu, Orangtua Mawar, tertidur di dalam rumah. Sementara Mawar dan kakanya bermain-main di depan rumah. Saat itu, pelaku APR lewat di depan rumah Mawar dengan mengendarai becak yang dipergunakan pelaku untuk mengantarkan air galon kerumah-rumah penduduk sekitar.

Tanpa ba,bi,bu, APR lansung membawa Mawar dengan menggunakan becak. Setelah agak jauh dari rumah orangtua Mawar, APR membawa bocah ingusan itu kebelakang sebuah rumah. Disitulah APR mulai melancarkan aksi bejatnya dengan melucuti celana Mawar dan memegangi kemaluannya. Namun tidak sempat berhubungan badan.

Perbuatanya itu akhirnya diketahui Orangtua Mawar, ketika orangtuanya bangun dari tidur siang karena mendengar HPnya berdering. Kemudian Orangtua Mawar bertanya kepada kakak Mawar yang sama bermain dengannya tadi. Kakak Mawar menyebut jika Mawar dibawa oleh APR.

Kaget alang kepalang, mengetahui anak tercintanya dibawa APR, kemudian Orangtua Mawar melakukan pencarian terhadap Mawar. Tidak beberapa lama melakukan pencarian, Orangtua Mawar melihat becak yang digunakan APR terparkir dipinggir jalan. Namun, APR dan anaknya Mawar tidak terlihat sama sekali.

Saat itu, Orangtua Mawar memanggil-manggil anaknya. Tidak beberapa lama, keluar APR dari belakang rumah bersama Mawar. “Ang panga an anak den. Ndak ado den panga an doh, jawab APR”. Tak puas dengan jawaban pelaku, Orangtua Mawar kemudian bertanya kepada MMawar. Alangkah kagetnya Orangtunya saat mendengar cerita dari Mawar, dimana APR mengaku celananya dibuka APR, dan memasukan jarinya.

Tidak terima anaknya dilecehkan, akhirnya Orangtua Mawar dan masyarakat yang ada dilokasi kejadian mengamankan APR.

Bahkan dari pengakuan pelaku dimana dirinya tidak sekali ini saja melakukan aksi pencabulan terhadap anak-anak. “Dari pengakuannya kepada penyidik, dimana Pelaku ini sudah melakukan perbuatan pencabulan kepada 5 korban. Hanya yang melapor baru satu korban. Jadi kita himbau kepada masyarakat yang merasa anaknya menjadi korban untuk melapor,” sebut Kapolsek.

Pelaku juga mengakui jika dirinya dulu juga pernah jadi korban sodomi. Sehingga perilaku yang sama juga dilakukan Pelaku kepada beberapa orang. “Dia mengaku pernah disodomi. Kemudin dia juga mengakui pernah melakukan perbuatan sodomi kepada beberapa orang anak. Maka kita meminta jika ada masyarakat yang anaknya menjadi korban perbuatan Pelaku, silakan melapor,” ajak Kapolsek.(edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *