KETIKA GADIS KEMBAR ITU JATUH KEPELUKAN PRIA BERISTRI (BAGIAN 2) “Merajut Mimpi Nestapa”

0
29

Limapuluhkota, Dekadepos.com

SEBAGAI gadis jolong gadang, hati Mawar dan Melati langsung berbunga-bunga ketika mendapat perhatian dari seorang laki-laki. Dan, itulah sebabnya, ketika Syaiful dan Rika Media Putra datang merayu dan mengoda, hati kedua wanita puber pertama itu langsung klepek-klepek dan jatuh kepelukan kedua pria yang pernah memiliki istri dan punya seorang anak itu. “ Sehari tidak bertemu, hati saya galau terkungkung rasa rindu. Saya benar-benar sedang jatuh cinta dan mabuk kepayang ketika diseret ke alam mimpi nan indah. Hati saya berbunga-bunga ketika dipalun kemesraan nan purba,” ujar Mawar ketika diwawancarai secara terpisah dengan kembarannya Melati.

Menurut Mawar, dua bulan berkenalan dan menjalin percintaan dengan Syaiful, pria yang bekerja serabutan itu benar-benar memperlihatkan perhatiannya. “ Nyaris setiap hari dia datang ke sekolah memberikan uang jajan,” aku pelajar kelas VI salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota itu membeberkan. Tak hanya itu, ulas Mawar, malah dia sering bertemu dan berpacaran dengan Syaiful di rumah teman akrabnya yang masih satu lokal dan bahkan jalan-jalan keberbagai tempat dan belanja pakaian untuk Mawar di sebuah pusat perbelanjaan modern di Kota Payakumbuh.

“ Setiap kami bertemu dan pergi pacaran, aku selalu membohongi Mama dan Papa dan mengaku pergi belajar atau membuat PR di rumah teman,” aku Mawar ketika menjalani pemeriksaan di Polres Payakumbuh.
Ketika ditanya lebih jauh tentang hubungan mesranya dengan Syaiful, gadis polos berwajah cukup cantik dengan kulit hitam manis ini mengaku bahwa, hubungan mesranya dengan Syaiful berjalan diam-diam. Diakui Mawar, ketika lari meninggalkan rumah orang tuanya bersama adik kembarannya Melati, Syaiful dan Rika Media Putra, membawanya lari ke rumah keluarganya di Mungka.

“ Saat itu kami benar-benar mabuk asmara dan tidak menyadari jika apa yang telah kami lakukan sesungguhnya telah memberikan penderitaan dan penyiksaan kepada kedua orang tua dan keluarga kami. Tapi, apa boleh buat, cinta buta itu telah menghanyutkan jiwa dan raga kami ke dermaga tak bertepi. Kami benar-benar telah terbius dengan hangatnya kemesraan. Di tempat itu, di rumah orang tua Syaiful dan Rika Media Putra itu, pertama kali kami merajut mimpi nestapa berburu hangatnya asmara nan purba,” ungkap Mawar lirih bercampur sedih.

Mawar dan Melati juga mengakui bahwa, saat itu hati mereka benar-benar dibutakan oleh gelora asmara jiwa mudanya. Bahkan, ketika papa berusaha mencari kami ke rumah Syaiful dan Rika Media Putra, kami berusaha berdusta dan bersembunyi di dapur. Lebih jauh Mawar dan Melati menceritakan bahwa, sehari menginap di rumah orang tua Syaiful dan Rika Media Putra, esok harinya empat pasang kekasih gelap itu pergi meninggalkan rumah orang tuanya di Mungka dan pergi ke Pangkalan dan menginap di rumah kenalannya. Namun, beberapa hari di sana, karena sudah mendapat informasi kami dicari-cari keluarga kami pergi ke Pekanbaru.

“Seminggu berada di Pekanbaru lalu kami menikah di rumah seorang Wali Nikah di Tampan, Riau. Proses pernikahan itu disaksikan keluarga dan Syafri, ” aku Mawar dan Melati sekaligus mengaku punya surat nikah yang diberikan oleh Wali Nikah tersebut.

Mawar juga mengakui bahwa, selama pelarian bersama Syaiful dan kembarannya Melati dengan pacarnya Rika Media Putra, mereka hidup bahagia meski kedua pria yang membawanya kabur tidak memiliki pekerjaan tetap.
“ Di Kota Pekanbaru kami tinggal di sebuah usaha peternakan ikan sekaligus bekerjasa memberi makan ikan di tempat itu,” ungkap Mawar dan Melati mengenang hari-hari kemesraannya yang singkat bersama dua pria sang kekasih hatinya yang semu. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here