380 KG Daging Import Tak Berizin Diamankan

0
27

Bukittinggi,Dekadepos.com

Pemerintah Kota Bukittinggi yang bekerjasama dengan Polres Bukittinggi berhasil mengamankan 380 Kilogram daging import yang masih diragukan label halalnya.Daging itu diamankan ketika Timgabungan itu melakukan operasi lapangan dislah satu Toko Daging di Jalan Sutann Syahril,Kelrahan Tarok Dipo,Kecamatan Guguk Oanjang  kemaren.

Daging import yang diamankan itu,Selain diragukan label halalnya, juga  pengamanan terhadap daging tersebut turut diragukan,sehingga me nimbulkan keresahan bagi masarakat.apalagi daging import itu dijual deng an harga murah dan jauh dari harga pasaran.

Operasi lapangan sendiri dilakukan oleh pemko melalui dinas terkait seperti Dinas Kesehatan Kota, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan serta Polres Bukittinggi.

“Jadi operasi lapangan ini merupakan lanjutan dari informasi yang kita peroleh dari masyarakat, dimana dari laporan tersebut diketahui ada daging yang dijual murah dari harga pasaran. Maka dari itu, kita langsung turun kelokasi untuk memastikannya,” ungkap Kadis Koperasi,Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan,Muhammad Idris melalui Alizar, Kabid Perda gangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Senin (23/1) kemaren.

Dikatakan, Alizar, dari hasil operasi lapangan yang diadakan besama Polres Bukittingi itu,ditemukan ratusan kilo daging impor yang dijual di to ko daging milik seorang pedagang berinisial “S” (50). Dan aging itu berasal dari beberapa negera,seperti dari India, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Australia.

Dari pengakuan “S”, diketahui jika daging ini dipesan dari Jakarta dan dikirimkan ke Bukittinggi dengan menggunakan jasa bus umum,” ungkap Alizar.

Lebih lanjut dikatakan, Alizar, banyak kejanggalan yang ditemukan saat operasi lapangan dilakukan, diantaranya,dalam bungkusan daging ter sebut memiliki label halal. “Namun label halal ini dikirim dari negara pengi rim dan bukan dari merek halal yang dikeluarkan MUI Indonesia,” ungkap Alizar.

Kemudian,daging import itu dijual kepada konsumen jauh lebih mu rah dari harga pasar. Dimana untuk daging FQ dijual dengan harga Rp 70 ribu, daging Blade dijual seharga Rp 77 ribu, daging silver dijual seharga Rp 83 ribu, daging knakel Rp 85 ribu, untuk jantung Rp 34 ribu, hati seharga Rp 31 ribu, dan kaki dijual Rp 36 ribu setiap kilonya.

“Berarti Harga jual daging impor itu lebih rendah 50 persen dari harga jual dipasaran, dimana untuk saat ini harga daging berkisar antara Rp 120 sampai Rp.130 ribu perkilonya,” sebut Alizar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syofia Dasmauli yang dihubungi awak media menyebutkan jika dalam operasi lapangan tersebut telah diambil sampel daging untuk diperiksa dilaboratorium.

“Memang tadi telah diambil sampel untuk diperiksa, hal ini berguna untuk memastikan keaslian daging tersebut halal atau tidaknya. Pasalnya banyak asumsi yang bisa beredar jika dilihat dari harga daging itu yang relatif  murah. Maka nya,kita pastikan dengan memeriksakannya ke labor,” ungkap Syofia.

Sementara itu,Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana menyebutkan jika pihaknya telah mengamankan daging tersebut untuk tidak diperjual belikan hingga semua proses dapat diselesaikan.

Daging sebanyak 380 kilogram itu, saat ini sudah diamankan dilokasi atayu di Toko Daging itu, karena kita tidak memiliki tempat penyimpanan daging. Namun sudah kita beri garis polisi agar tidak bisa diperjual belikan ,kata Kapolres .

Dan ditegaskan oleh Kapolres Arly Jembar Jumhana ,pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan akan kasus daging impor tersebut. “Jika nanti terbukti bukan daging halal, akan kita tindak secara hukum yang berlaku”,tambahnya. ( Aldo )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here