4 KUPU-KUPU MALAM TERSUNGKUR MASUK BANDAR, SEBELUM TERJARING SATPOL PP

0
68

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Limapuluh Kota mengamankan empat wanita malam di kawasan Kelok 17 ruas jalan Negara Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (24/2) dini hari. Tiga dari empat perempuan itu diduga Pekerja Seks Komersil (PSK) dan seorang lainnya mengaku sebagai pelayan di tempat karaoke.

Kepala Satpol PP Kabupaten Limapuluh Kota, Iryanis, SH didampingi Kabid Trantip Delvis Azwar, SH, Kabid Penegak Perda, Irwansyah, SH dan Kabid SDA, Efrizon mengatakan, ketiga PSK itu masing-masingnya berinisial “HY” (45) asal Siantar Sumatera Utara, “DM” (30) asal Kisaran Sumatera Utara dan “MR” (43) dari Palembang.

“Ketiga mengakui menjalani profesi sebagai wanita penghibur. Usai dimintai keterangan, ketiganya langsung kita kirim ke Panti Rehabilitasi Sukarami Solok,” ungkap Iryanis.

Sedangkan “SLV” (20) yang berasal dari Lubuk Basung Sumbar, dikembalikan kepada orang tuanya. Hasil pemeriksaan, gadis itu hanya menjadi pelayan kafe dan menemani tamu untuk mendapatkan tips.

“Khusus “SLV”, kita kembalikan kepada orang tuanya,” ujar Iryanis.

Penangkapan para wanita dini hari itu tidak berlangsung dengan mudah. Sebaliknya cukup sempat memaksa petugas yang malam itu berjumlah 18 orang berusaha keras mengejar pelaku yang berusaha lari hingga tersungkur masuk saluran bandar dalam kondisi hujan lebat.

Khusus “HY” dan “DW” digerebek saat bertransaksi dengam pria hidung belang. Begitu melihat petugas, para hidung belang keburu kabur. Sedangkan “DM” dan “SLV” diringkus saat menemani tamu minum-minum dengan kondisi mabuk dan berpakaian tidak pantas.

Menurut Delvis, penangkapan itu bukan hanya sebatas operasi rutin dan pengamanan wilayah. Melainkan tidak terlepas dari adanya pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada Satpol PP.

Selain menggerebek para PSK, sehari sebelumnya petugas juga mengamankan 17 orang siswa yang nongkrong sambil merokok di komplek kantor bupati di Sarilamak. Selain itu juga ada yang didapati main di Warnet saat jam sekolah di salahsatu warnet di Nagari Mungka Kecamatan Mungka.

“”Para siswa itu kami bawa kekantor untuk pembinaan dan berikutnya di serahkan kepada orang tuanya serta pihak sekolah,” papar Iryanis. (esa tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here