Ahok Divonis, ini Kata Peserta Aksi Bela Islam Asal Sumbar

0
28

Payakumbuh, Dekadepos.com

Setelah menjalani serangkaian persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim yang dibacakan oleh Ketua majelis hakim, Dwiarso Budi Santiarto. Mantan Bupati Belitung tersebut didakwa telah menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam sidang pada Selasa (9/5) itu, Ahok divonis 2 dua tahun penjara karena ia terbukti melakukan penodaan agama karena penyebutan surat Al Maidah 51 saat kunjungan ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Sebelumnya, kasus Ahok mendapat tanggapan/aksi dari masyarakat Islam dari seluruh Indonesia, bahkan mereka menggelar beberapa kali aksi dalam mengawal persidangan kasus itu. Kini, setelah Ahok divonis bersalah oleh Majelis Hakim, salah seorang peserta aksi bela Islam asal Kota Bukitinggi, Abu Dzaky mengaku cukup puas, namun ia hingga kini masih menunggu sikap GNPF MUI Pusat atas putusan itu.

” Bicara puas tidak puas, tentu kini kita hanya bisa menerima pasca ketok palu majelis hakim terhadap kasus penodaan agama itu. Namun hingga kini, kita masih berada di Jakarta, sambil menunggu sikap GNPF”. Ujarnya

Abu Dzaky yang sebelumnya terus mengikuti aksi bela Islam bersama sejumlah peserta lainya seperti Ust. Siddieg berharap kasus yang dialami Ahok bisa menjadi contoh bagi kita semua, sehingga kebinekaan dan NKRI tetap utuh. Ia juga menyebut, bahwa peserta Aksi Bela Islam secara umum dan dari Bukitinggi dan Payakumbuh khusunya amat cinta damai dan sangat cinta NKRI.

” Kami sangat cinta Islam, dan kami juga sangat mencintai NKRI. Buktinya kami tidak pernah rusuh dalam beberapa kali aksi bela Islam yang kami ikuti”. Tambah nya. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here