Akhirnya, Riza Falepi Ngantor di Gedung Balaikota Baru

0
80

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Meski sempat enggan, akhirnya Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi bersama Wawako Erwin Yunaz bersedia menempati gedung Balaikota yang baru di eks Lapangan Poliko, Senin (2/4).

Gedung Balaikota yang terlihat megah berlantai tiga dibangun menelan dana APBD Kota Payakumbuh Rp 29 miliar, dimana diawal pembangunan dianggarkan senilai Rp 22 miliar kemudian ditambah Rp 5 miliar, terakhir kembali dianggarkan sebanyak Rp 2 miliar.

Dengan ditempatinya oleh Walikota H. Riza Falepi, Wawako Erwin Yunaz dan Sekretaris Daerah Benni Warlis, serta jajaran asisten dan sekretariat Pemko Payakumbuh ditambah dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu Dinas Kominfo dan Badan Keuangan Daerah di lantai tiga, diyakini akan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

“Memang terhitung hari ini Walikota, Wawako dan Sekda sudah berkantor di Balaikota Baru, Eks Poliko. Walikota dan sekretariat Pemerintah Kota berada di lantai dua, sedangkan OPD seperti Kominfo dan BKD berada dilantai tiga. Untuk lantai satu, rencananya akan disulap menjadi Mall pelayanan, dimana semua bentuk pelayana ada perwakilannya di lantai satu, itu baru rencana,” jelas Kadis Kominfo Kota Payakumbuh, Elfi Jaya, disela-sela beres-beres memindahkan mobiler, dokumen kantor dari lantai satu kelantai tiga.

Sebelumnya, kantor balai kota baru di eks Poliko memang sejak dua tahun terakhir sudah mulai ditempati oleh beberapa OPD Kota Payakumbuh dilantai satu seperti Kominfo, Pol PP dan Damkar dan Dinas Sosial. Namun, kini Pol PP harus pindah kekantor Balaikota lama di Bukik Sibaluik, kawasan Ngalau Indah.

Ketua Komisi B DPRD Kota Payakumbuh, Chandra Setipon yakin dengan dimanfaatkanya kantor balaikota baru di eks Poliko, akan berdampak terhadap perbaikan pelayanan Pemerintah kepada masyarakat. Mengingat, semakin dekatnya tempat pelayanan di tengah kota Payakumbuh.

“Kantor Balaikota eks Poliko ini dibangun dengan dana bertahap, pertama Rp 22 Milir, kemudian Rp 5 miliar, terus ditambah kembali Rp 2 Miliar, sehingga totalnya sudah dihabiskan sebanyak Rp 29 M. Bila tidak ditempati oleh Walikota tentu kantor yang megah ini akan terlihat mubazir saja,” jelas Candra Setipon. (est)