Akta Nikah Peserta Itsbat Padang Panjang Diserahkan

0
42

Padang Panjang,dekadepos.com

Walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis, BSBA dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Hasan Basri Harahap, SH.,MH. menyerahkan buku nikah dan akta kelahiran peserta itsbat  nikah yang dilaksanakan  pada 9 Maret 2017 yang lalu di Kota Padang Panjang.

Acara yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Walikota Kamis (16/3) itu, turut dihadiri oleh para Hakim Pengadilan Agama se Sumatera Barat, FORKOPIMDA Kota Padang Panjang,  jajaran Pemerintahan Kota Padang Panjang dan Undangan lainnya.
IMG-20170316-WA0011
Sidang Itsbat terpadu yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu merupakan usaha untuk memberikan kemudahan dan keringanan bagi masyarakat dalam melangsungkan pernikahan namun belum terdaftar di KUA.

Pada sidang itsbat nikah yang digelar 9 Maret 2017 yang lalu, hanya 11 pasang suami istri yang memenuhi syarat yang telah ditetapkan untuk melakukan itsbat nikah dari 39 pasang yang mendaftar. 

Terlaksananya kegiatan tersebut merupakan hasil dari nota kesepahaman dan kerjasama antara Pemko Padang Panjang, Pengadilan Agama, Kantor Kemenag Kota Padang Panjang dan BAZNAS Kota Padang Panjang.

Walikota Padang Panjang Hendri Arnis dalam sambutanya menyampaikan, sidang itsbat nikah terpadu merupakan hal yang pertama dilakukan di Kota berjuluk Serambi Mekah dengan difasilitasi oleh Pemko Padang Panjang.

“Dengan diserahkannya putusan hasil sidang itsbat berupa surat nikah, akte kelahiran maupun dokumen lainnya tentunya mendapat pengakuan dari pernikahan sebelumnya,” ungkapnya.
IMG-20170316-WA0013
Sementara Ketua Pengadilan Agama Sumbar menyampaikan, pemerintah menyadari banyak pasangan yang sah tapi tak punya identitas kependudukan seperti buku nikah, sehingga hal itu mendorong pemerintah untuk melaksanakan pelayanan seperti mengadakan Sidang itsbat terpadu yang telah beberapa kali dilaksanakan sejak tahun 2015 yang lalu.

“Identitas kependudukan harus dimiliki jangan sampai tidak ada ,ktp harus,kartu keluarga harus, buku nikah bagi pasangan suami istri harus”.

“Dengan tidak adanya biaya yang dipungut saat ini untuk biaya pernikahan ke Kantor KUA, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk melakukan nikah siri, dan tidak ada lagi di tahun 2018 yang tidak mempunyai identitas seperti buku nikah dan akta kelahiran,” tegasnya.

Bersamaan dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang Drs. H. Gusman Piliang menyampaikan juga berharap jangan menjadikan itsbat nikah ini sebagai peluang untuk tidak mengikuti prosedur yang ada.

“Kutipan akta nikah merupakan dokumen negara yang membuktikan seseorang itu betul sah menikah baik secara agama maupun secara perundang undangan yang berlaku,” jelasnya.(edy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here