ANCAM TARIK FASILITAS DAN PERSONEL DARI DAERAH BENCANA : Pernyataan Kasubdit BNPB, Budi Erwanto, Dikecam Banyak Pihak

0
30

Lima Puluh Kota, Dekadepos.com

Statemen Kasubdit Penanganan Darurat BNPB, Budi Erwanto, mengancam akan menarik seluruh personel dan fasilitas BNPB ke Jakarta, jika Pemkab Limapuluh Kota tidak menyelesaikan seluruh administrasi yang diminta pihak BNPB, dikecam banyak pihak. Pasalnya, ungkapan tersebut tidak sangat manusiawi karena daerah yang terkena bencana sedang berduka dan membutuh dukungan dan bantuan semua pihak, termasuk pihak BNPB sebuah lembaga yang memang diciptakan untuk menanggani musibah bencana yang terjadi di negeri ini.

“ Seharusnya dia tidak mengeluarkan statemen seperti itu, karena saat ini Kabupaten Limapuluh Kota sedang berduka,” ujar Ketua Lidik Krimsus Limapuluh Kota-Payakumbuh, Rotman Uchok Silitongga di Balai Wartawan Luak Limopuluah, Minggu (12/3).

Kecaman yang sama juga muncul dari Guru Besar Fakultas Ekonomi Unand, Profesor Syafrudin Karimi, yang mempertanyakan administrasi yang harus diselesaikan itu apa maksud sebenarnya? “Apa pembayaran yang perlu diselesaikan Pemkab,” tanya Profesor Syafrudin Karimi, dalam obrolan di Grup WhatsApp Gonjong Limo. Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0306/50 Kota Letkol Inf Heri Sumitro, memastikan, penanganan bencana banjir dan longsor di daerah ini tidak ada kekacauan. Seluruh personel yang terlibat dalam penanangan, sudah bekerja maksimal.

” Penanganan bencana banjir di Limapuluh Kota sudah berjalan dengan baik, tidak ada suasana kacau. Setiap malam kita lakukan evaluasi, ” kata Letkol Inf Heri Sumitro kepada wartawan, Jumat (10/3).

Letkol Heri yang merangkap Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Penanggulangan Banjir dan Longsor Limapuluh Kota menyebut, penanganan bencana sudah maksimal. “Coba bayangkan, dalam waktu tujuh hari, seluruh korban tewas yang terbenam dalam jurang, dapat ditemukan. Daerah longsor yang terisolasi, dapat ditembus,” ujarnya. Terkait dengan distribusi logistik, menurut Dandim, terus dimantapkan. “Kalau soal pembagian logistik, mari kita siapkan dan mari kita mantapkan. Kalau pendataan, sudah masuk semua. Yang mendapatkan jadup (jaminan hidup) dari Mensos, sedang proses pendataan. Begitu pula yang dapat dana cash dari BNPB. Datanya sudah kita siapkan. Tinggal verifikasi saja,” tegas Letkol Heri.

Dandim memastikan, personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih berada di Limapuluh Kota, begitu pula dengan fasilitas yang dikirim, seperti helikopter. “Personel BNPB masih di sini, helikopternya juga masih. Yang sudah pergi itu adalah Basarnas (Badan SAR Nasional). Ini karena tugas pencarian orang hilang dan misi kemanusiaan, sudah selesai. Tinggal proses pemulihah,” kata Letkol Heri.

Hal senada juga diungkapan Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto. Menurutnya, penanganan bencana banjir dan longsor di daerah ini sudah maksimal. Dalam tujuh hari, seluruh korban tewas, sudah ditemukan. Akses ke lokasi yang sulit terjangkau, sudah terbuka kembali. “Setiap malam, kami evaluasi. Bahkan, kami rapat sampai dini hari,” ujar AKBP Bagus, selaku Dansatgas Penanggulangan Banjir dan Longsor Limapuluh Kota. Bagus juga memastikan, sampai Jumat sore, personel Badan Nasional Penanganggulangan Bencana (BNPB), masih berada di wilayah longsor. Tidak ada yang ditarik ke Jakarta.

“Kalau helikopter, memang sudah ada yang ditarik, karena proses distribusi logistik lewat jalur udara, sudah berakhir. Jalur darat sudah bisa ditempuh. Karena itu, helikopter ditarik. Tapi kalau personel BNPB, masih di sini,” ujar AKBP Bagus.

Mantan penyidik KPK ini merasa heran sekaligus mengecam kenapa persoalan administrasi yang merupakan persoalan internal, diinformasikan kepada awak media. Padahal, proses tanggap darurat, masih berjalan. “Persoalan administrasi, kan persoalan internal. Masak diberitakan,” ujar Bagus. Sementara itu, dalam konfresnsi pers yang digelar Minggu (12/3) di aula kantor Bupati lama, yang hadiri langsung oleh Direktur Darurat Bencana BNPB, Eko Budiman, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Dansatgas Bencana, AKBP Bagus Suropratomo, mengatakan bahwa penanganan bencana Kabupaten Limapuluh berjalan sangat baik.

“ Penangganan bencana di Kabupaten Limapuluh Kota, sudah berjalan dengan baik atas koordinasi semua pihak. Kami harap kondisi yang telah kondusif ini, jangan tidak lagi dibumbui dengan berita-berita yang meresahkan mayarakat, ” pungkas Eko Budiman. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here