” Manjakan” Bumil Program ANJALI Di Launching di Payakumbuh

0
127

Payakumbuh, Dekadepos.com

Jika Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh menggelar Anjangsana ke Panti Tuna Grahita dan melakukan Seminar dalam peringatan Hari Kartini Tahun 2017, namun, Puskesmas Lampasi sebagai unjuk tombak dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, punya cara tersendiri dalam memperingati hari lahirnya Pejuang Perempuan itu (Kartini. Red). Sebab Perempuan memiliki hak mendapatkan layanan persalinan berkualitas dan layak untuk diperjuangkan. Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada perempuan, dr. Harika Putra, Kepala Puskesmas Lampasi launching program baru yang diberi nama “ANJALI” di halaman Puskesmas, Sungai Durian Lamposi Tigo Nagari, Sabtu (21/04).

ANJALI adalah layanan antar jemput persalinan yang disiapkan oleh Puskesmas Lampasi untuk memudahkan akses masyarakat terutama para ibu hami (Bumil) yang akan melahirkan untuk mendapatkan layanan tanggap bersalin oleh petugas. Puskesmas Lampasi menyiapkan siaga Ambulance yang akan menjemput ibu bersalin langsung ke rumahnya, demikian penjelasan Harika Putra. Untuk mendapatkan layanan ini, cukup menghubungi HP Call Center Puskesmas Lampasi, 0852 6571 2515 yang akan siaga selama 24 jam. Layanan ANJALI diberikan untuk masyarakat secara cuma-cuma, alias gratis, pungkas Harika menambahkan.

f

Bukan hanya penjemputan dari rumah pasien saja, namun setelah persalinan selesai, ANJALI juga siaga untuk mengantar pasien bersama buah hatinya kembali ke rumah tinggal mereka. “Mudah-mudahan program baru ini bisa memberikan semangat baru bagi kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, harap dr Harika.

Sebelumnya, diberitakan Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2017, menjadi momentum bagi kaum perempuan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Mengingat kemajuan teknologi dan beratnya pengaruh gaya hidup saat ini mengharuskan kaum ibu ekstra ketat menjaga keluarga.

“Pengaruh narkoba dan asusila menjadi tantangan kartini moderen. Bila dulu narkoba masih tabu bagi masyarakat, kini justeru sudah sampai hingga kepelosok desa. Tidak terkecuali para kartini moderen ini, ikut menjadi bandar, kurir dan pemakai narkoba. Tentu saja ini mejadi PR kartini moderen dan masalah bersama anak bangsa,” jelas Sekretaris Panitia acara seminar sehari dalam rangka peringatan hari kartini ke-138 di Kota Payakumbuh, Linda Russirwan, dihadapan Ketua Panitia pelaksana Hj. Nasril Afiati dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh Ny. Rasyidah Suwandel Muchtar, Kamis (20/4).

Acara yang digelar di Aula BPPKH Propinsi Sumatera Barat di Jalan Pahlawan, Kota Payakumbuh itu, menghadirkan nara sumber yang sudah teruji dan malang melintang diberbagai organisasi wanita di Sumatera Barat seperti Nita Bonita dari IWAPI, dan sejumlah narasumber lainnya. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here