ANTISIPASI PENGARUH NARKOBA, PEMERINTAHAN NAGARI PIOBANG BENTUK SANGGAR SENI

0
288

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota dibawah pimpinan Bupati Irfendi Arbi memang selalu menuntut kepada Walinagari yang ada di lingkungan pemerintahannya untuk terus berinovasi memajukan nagarinya.

Dan, salah satu inovasi yang pantas mendapat pujian dan patut ditiru oleh Walinagari lain adalah terobosan Walinagari Piobang, Syaffan Nur atau yg biasa disapa Abang, yang berhasil mendirikan sangar seni anak nagari yang diberi nama “Sangar Seni Piobang Maimbau”.

Menurut Walinagari Piobang, Syaffan Nur, kebijakan untuk mendirikan Sangar Seni Piobang Maimbau ini berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya para generasi muda terpengaruh kasus narkoba.

“ Maraknya kasus narkoba menjerat kehidupan generasi muda kita salah satunya mungkin tidak adanya wadah yg bisa memfasilitasi kegiatan generasi muda di nagari. Berangkat dari pemikiran itu Pemerintahan Nagari Piobang berinisiatif membuat sebuah wadah pusat kreatifitas generasi muda,” ungkap Syaffan Nur.

Diakui Syaffan Nur, ide untuk mendirikan wadah pusat kreatifitas generasi muda disepakati bersama Ketua KAN dan pengurus Lembaga Nagari dan para pelaku seni budaya yg ada di nagari serta pemuda. Dan, akhirnya disepakati mendirikan sanggar seni anak nagari Piobang dengan diberi nama Piobang Maimbau.

“Maksud penamaan Piobang Maimbau tersebut, agar maimbau (memangil,red) anak-anak nagari Piobang, baik yang berada di Nagari maupun yang berada di rantau agar selalu ingat kampungnya dan selalu ingat akan pelestarian seni budaya tradisi minang,” sebut Syaffan Nur.

Syaffan Nur juga mengakui bahwa untuk pendirian sanggar seni ini pemerintahan nagari Piobang telah mengalokasikan dana sebesar lebih kurang Rp.20 juta untuk kelengkapan sarana sangar. Walaupun dana sebanyak itu belum mencukupi untuk kelengkapan sarana, tapi ternyata antusias dan animo generasi muda untuk menekuni kesenian daerah cukup tinggi. Ini terlihat selama 2 bulan belakangan, sejak sanggar ini resmi didirikan pemuda dan pemudi anak nagari Pibang selalu berlatih setiap malam.

“ Kesempatan itu kita manfaatkan untuk mengisi sedikit pencerahan tentang bagai mana pengaruh bahaya narkoba dan kejahatan lainnya,” sebut Syaffan Nur.

Lebih jauh Syaffan Nur mengungkapkan bahwa, pembetukan sanggar seni ini selain bertujuan untuk pelestarian seni budaya, juga sebagai wadah pemersatu anak nagari di Piobang. Artinya, dari yang tidak saling kenal, maka mereka saling kenal dan juga saling berintekrasi.

“Setelah pagelaran seni, diharapkan kepada anak nagari Piobang baik yang dikampung maupun yg dirantau mau membantu sanggar ini agar bisa berlanjut,” harap Syaffan Nur.

Syaffan Nur berterima kepada masyarakat Piobang yang telah memberikan dukungan atas dididirikannyasanggar ini. Buktinya, saat anak-anak Piobang Maimbau tampil, masyarakat sangat antusias menyaksikan pagelaran seni ini dengan dibuktikan sangat banyaknya pengunjung dan merekam pagelaran melalui android

“ Beranggotakan puluhan orang remaja putra dan putri, mereka memperlihatkan kebolehannya ketika pagelaran seni ini diadakan di ke tiga Jorong secara bergantian. Pertama mereka tampil di Jorong Ampang dan Jorong Piobang dan untuk selanjutnya akan tampil di Jorong Gando,” ungkap Syaffan Nur.

Syaffan Nur mengaku bersyukur bahwa, para hari pertama pengelaran seni ini ditampilkan dihadiri  Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota serta pakar kebudayaan bapak, Yulfian Asrizal serta tokoh Luak Limopuluah bapak Catur Virgo dan Ilsong Cong.

“Acara ini terselengara berkat bantuan para masyarakat dan donator. Kegiatan sanggar ini juga dibantu oleh mahasiswa ISI Padang Panjang yang secara suka rela mereka sudah berada di Piobang sejak 2 bulan ini untuk melatih,” pungkas Syaffan Nur. (est)