Aribus Madri: “Kita Akan Gugat ke Panwaslu dan MK” Partai Pendukung Dan Relawan W-Fi Tuding Pilkada Payakumbuh 2017 Curang

0
27

Payakumbuh, Dekadepos.com

Meskipun secara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh telah merelis hasil perhitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Payakumbuh melalui website resminya https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t2/sumatera_barat/kota_payakumbuh dan menyatakan pemenangan untuk pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 2 Riza Falepi- Erwin Yunaz ( F-Win). Namun kubu pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 3 Suwandel Muhktar- Fitrial Bachri ( W-Fi), utamanya 6 partai pengusung PDIP- Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PAN dan Partai Hanura, tidak mengakui dan menolak hasil perhitungan suara Pilkada yang telah diumumkan tersebut.

“ Kami menolak dan tidak mengakui hasil perhitungan suara yang telah diumumkan KPU yang telah memenangkan pasangan nomor urut 2 Riza Falepi- Erwin Yunaz, karena kami menduga telah terjadi kecurangan secara masif dilakukan oleh petahana Riza Falepi bekerja sama secara sistematis dengan pelaksana Pilkada yakni KPU, Panwaslih, PPK dan PPS untuk memenangkan F-Win” ujar Ketua Koalisi Badunsanak, Aribus Madri didampingi Ketua DPC Partai Golkar Payakumbuh, Sudirman Rusma, Sekretaris Partai Demokrat, Adi Suryatama, dan sejumlah relawan dalam jumpa pers yang digelar, Kamis sore (16/2) di posko pemenangan W-Fi yang sekaligus juga kantor DPC PDIP Payakumbuh di Jalan Labuah Basilang, Payakumbuh Barat.
1

2

3

Menurut Aribus, kecurangan demi kecurangan yang dilakukan F-Win sangat terstruktur dan pihaknya punya bukti dan akan mengadukan hal itu ke Pawaslih dan MK. “ Tim F-Win telah memanfaatkan kekuasaannya untuk bagi-bagi beras dan kain songket kepada masyarakat. Hebatnya dana itu ditumpangkan melalui SPKD dan saya mendesak pihak Kejaksaaan atau kepolisian mengusut kasus ini, “ ujar Aribus.

Ditegaskan tim pemenangan W-Fi, penyelenggara Pilkada tidak netral dan berpihak kepada pasangan nomor urut 2 Riza Falepi- Erwin Yunaz, “Untuk itu, Tim pasalon nomor urut 3 Jumat (17/2) usai sholat Jumat akan mendatangi Panwaslu untuk melaporkan berbagai bentuk temuan kecurangan itu dan akan menggugat hasil pilkada ke-MK,” jelas Adribus Madri.
Disampaikan Adribus Madri, didampingi Ketua DPD Golkar Payakumbuh, Sudriman Rusma, Pengurus Partai Demokrat, Adi Suryatama, dan Dt. Rajo Imbang, serta relawan Dana Surya, serta tim pendamping dan monitoring Pilkada Payakumbuh dari DPP PDI-P, Klif, serta ratusan masyarakat pendukung dan simpatisan paslon nomor urut 3, sepakat untuk menolak rekapitulasi yang dilakukan PPK secara keseluruhan.

“Sudah ada dilakukan di tiga kecamatan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan. Namun kita menolak hasil rekapitulasi di kecamatan nantinya. Dan kita akan tembuskan seluruh hasil kecurangan yang dilakukan secara masif kepada panwaslu ditembuskan kepada Bawaslu pusat,” jelasnya. Kemudian Ketua DPD Golkar Payakumbuh Sudirman Rusma, menemukan ada kecurangan disaat minggu tenang dilakukan salah satu pasangan calon incumbent seperti membagi-bagi baju songket sebanyak 1300 helai kepada masyarakat. Kemudian juga ditemukan bagi-bagi beras dibeberapa lokasi.

“Kita minta ada intansi Pemerintah yang melakukan tender pengadaan barang dan jasa pada bulan awal tahun ini, kemudian pakaian songket hasil tender itu dibagi-bagikan kepada masyarakat, ini harus diusut, termasuk pengadaannya,” sebut mantan anggota DPRD Payakumbuh itu.

Kemudian Dt. Rajo Imbang, meminta agar temuan-temuan kecurangan Pilkada harus ditindak lanjuti sampai ke-MK. “Kalau ingin aman Payakumbuh segera diselesaikan. Ini nampakny sudah direncanakan, kalau ini dilakukan ingin ribut boleh. Kami siap mendukung perjuangan ini,” terangnya. Sedangkan Adi Suryatama, menilai penyelenggara tidak berjalan sesuai aturan berlaku. “Kita tidak mengugat hasil, tetapi proses Pilkada itu sendiri. Kenapa ada kegiatan dimasa tenang, bagi-bagi beras dan pakayan,” sebutnya.

Sementara tim monitoring Pilkada dari DPP PDI-P, Klif, mengaku selama ini belum pernah mengalami yang seperti di Payakumbuh. “Dari RT hingga Camat bekerja secara masif. Kemudian kita juga menemukan c1 dicoret bahkan jumlahnya dirobah, ini tidak boleh. Jadi kita akan lihat semuanya hasil c1, dan akan kita jadikan bahan bukti yang akan dilaporkan kepada Panwaslu. Kita sudah mendapat bek up dari DPP PDI-P, jadi semuanya akan kita lakukan secara hukum,” terangnya.

Meski dari berbagai hasil quick count dan c1 KPU terlihat hasil perolehan suara nomor urut 2 unggul. Namun, Paslon nomor urut 3 menyebut bahwa dari datanya nomor urut 3 unggul. “Kita melihat pihak sebelah telah bereforia, tapi pertandingan belum selesai. Dan kita InsyaAllah akan menempuh jalur hukum menggugat ke-MK, dalam waktu dekat bila sudah lengkap semuanya,” jelas Calon Walikota Payakumbuh Nomor urut 3, Suwandel Muchtar, disela-sela jumpa pers. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here