Atap Kanopi, RPH Modren dan PDAM Kembali Disorot DPRD

0
210

Payakumbuh, dekadepos.com-

Juru bicara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Payakumbuh, Marhidayandi, kembali menyorot keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) Modren yang terletak di jalan lingkar utara Kelurahan Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, karena sampai saat ini RPH tersebut belum juga dioperasikan secara maksimal.

“ Pemanfaatan Rumah Potong Hewan (RPH) Modren sudah berkali-kali dijanjikan untuk dioperasikan, dan terakhir bulan Oktober tahun 2016 lalu juga dijanjikan akan dioperasikan. Kenyataannya, sampai saat ini belum terlaksana, “sebut Marhidayandi dihadapan Wakil Walikota Payakumbuh, Suwandel Muhtar anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopinda) Sekda, Asisten, Kepala Badan, Dinas dan Kantor, Camat, Lurah, LKAAM, MUI, KAN, para ninik mamak dan organisasi masyarakat yang hadir dalam rapat paripurna DPRD Payakumbuh, dalam rangka penyampaikan pandangan umum Fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawab Pelaksanaan APBD Kota Payakumbuh tahun 2016.

Diungkapkan Marhidayandi, akibat belum juga difungsikan RPH Modren tersebut, maka RPH yang lama yang berada di Kelurahan Nunang, masih tetap menjalankan fungsinya sebagai tempat resmi penyembelihan hewan ternak. Sementara disisi lain, RPH lama tersebut masih juga sebagai salah satu sumber pencemaran air sungai Batang Agam, karena kotoran dan limbah RPH langsung dialirkan ke Batang Agam.

“ Pertanyaan kami dari Fraksi PAN, apa masalah dan kendala yang dihapadi  sehingga RPH Modren belum dapat difungsikan’ “ ujar Marhidayandi.

Ditegaskan Marhidayandi, bilamana RPH lama masih akan difungsikan, diharapkan agar dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sehingga air limbah RPH tidak lagi mencemari air sungai Batang Agam. Disamping itu, RPH juga harus dilengkapi dengan genset, agar aktifitas tidak terganggu bila aliran listrik PLN  terputus atau mati.

Marhidayandi, tidak hanya sebatas mengkritisi soal keberadaan RPH Modern yang belum berfungsi. Malah dia juga menyorot Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Payakumbuh.

“Di tengah banyaknya OPD berpacu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, ternyata PDAM Payakumbuh justru seolah-olah menutup telinga mendengarkan keluhan konsumennya yang hampir setiap hari muncul di media sosial atau pembicaraan dari mulut ke mulut,” sindir Marhidayandi.

Marhidayandi juga menyatakan bahwa, selama ini PDAM yang menjadi kebanggaan karena mampu memberikan pelayanan air minum selama 24 jam, namun saat ini kebanggaan itu telah pupus dan hanya tinggal kenangan.

“ Melalui pandangan umum ini, Fraksi PAN meminta solusi apa yang akan ditempuh Pemko Payakumbuh untuk mengatasi keluhan konsumen karena tidak lagi mendapat pelayanan air minum sebagai mana mestinya,” ulas Marhidayandi.

Dibagian lain Marhidayandi, juga mempertanyakan kepada Pemko soal atau karnopi di jalan A.Yani pusat Kota Payakumbuh. “ Kenapa sampai saat ini keberadaan atap karnopi tersebut belum dimanfaatkan sesuai dengan rencana semula sebagai pusat kuliner pada malan hari. Saat ini pemanfaatkan atap karnopi tersebut baru sebatas lahan parkir yang menyebabkan  terjadinya kemacetan di pusat kota, karena pemarkiran kendaraan sampai tiga lapis kiri-kanan jalan dan sangat menganggu arus lalilintas pada ruas jalan tersebut,” ujar Marhidayandi.

Dipenghujung pandangan umumnya, jubir Fraksi PAN Marhidayandi, meminta ketegasan kepada Pemko melakukan pengaasan terkait belum optimalnya sistem pengendalian intern seperti pertanggungjawaba keuangan partai politik, persedian obat-obatan pada RSUD dan Dinas Kesehatan belum akurat. (esha tegar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here