Awas, Jalan Negara Sumbar-Riau Retak-retak dan Mengelupas

0
100

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Para pengendara kendaraan, utamanya mobil angkutan berat yang melintas di jalan Negara Sumbar-Riau, tepatnya di kilometer 30 sampai 42 menuju Koto Alam menuju Manggilang, diminta untuk ekstra hati-hati.

Pasalnya, pasca banjir hebat dan tanah longsor yang terjadi di kawasan Kecamatan Pangkalan, sejumlah titik pada badan jalan negara Sumbar-Riau, seperti di Labuah Sampik dekatnya banyak binatang monyet berkeliaran dipinggir jalan atau kilometer 24, dan bahkan sampai di Kelok 17 atau Kelok Patai, badan jalan banyak tertimbun material longsoran tanah dan kayu-kayu serta sebagian badan jalan ada yang mengekupas dan bahkan retak-retak dengan diameter cukup lebar sekitar 5-10 centimeter.

Apabila pengendara yang melintas di jalan negara Sumbar-Riau itu, tidak hati-hati, apalagi jika malam hari, dikhawatirkan musibah kecelakaan lalulintas akan selalu mengintai.

Hasil pantauan Sabtu, (4/3) kondisi jalan yang rusak itu paling parah terjadi di kawasan Nagari Koto Alam menjelang Manggilang. Bahkan, selain ada bandan jalan yang terkelupas akibat terjangan air, bahkan bahu jalan ada yang tergerus air dan pinggir aspal pas berada disisi jurang, yang siap memangsa para pengendara yang lengah.

jalan negera Sumbar -Riau rusak parah akibat banjir

Tak hanya itu, jika Kabupaten Limapuluh Kota masih diguyur hujan lebat, dikhawatirkan badan jalan yang retak-retak dan mengangga akibat terjadi geserkan tanah, maka dikhawatikan bandan jalan yang retak-retak tersebut akan terguras oleh resapan air. Dampak dari gurasan air itu selain membuat tanah jadi luna dan labil, tidak tertutup terjadinya kemungkinan badan jalan itu akan terban, karena posisinya berada disisi jurang.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, mengakui bahwa pasca terjadinya banjir dan tanah longsor di kecamatan Pangkalan, banyak sarana infrastruktur seperti banda jalan dan tiang-tiang listrik serta rumah penduduk yang ada di pinggir jalan Sumbar-Riauyang rusak akibat diterjang luapan banjir dan tanah longsor.

“Untuk menghadapi pasca bencana itu, kita sudah melaporkan peristiwa tu kepada pemerintah pusat dan propinsi agar dilakukan penanggulangannya sesegara mungkin. Pasalnya, jalan negara yang melintas di kawasan Kecamatan Pangkalan itu, adalah sangat vital untuk kelancaran sarana transpotasi Sumbar-Riau,” harap Irfendi Arbi. (esa tegar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here