Bahas Ranperda, Dua Pansus DPRD Bukittinggi Kunjungi Bandung dan Jakarta

0
109

Bukittinggi,Dekadepos.com

Untuk menindak lanjuti  4 Ranperda yang diajukan Walikota Bukittinggi . DPRD telah membentuk 2 pansus. Masing masingnya Pansus  Parkir dan Pansus Penyediaan Kakus.Sedangkan untuk Ranperda Retribusi Izin Mendirikan Bangunan ditunda pembahasannya.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Bukittinggi Beny Yusrial melalui Ponselnya dari Jakarta kepada wartawan Selasa (1/11) kemaren. Dikatakannya ,dari 4 Ranperda yang dihantarkan Walikota Ramlan Nurmatias,masing masingnya Ranperda tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 4 tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.Ranperda Perubahan atas Perda nomor 10 tahun 2014 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir dan Ranperda Retribusi Penyediaan kakus.DPRD telah membuat 2 pansus sebagai tindak lanjut dari pembahasan Ranperda tersebut.

Kedua Pansus itu masing masingnya,Pansus Parkir yang membahas tentang Ranperda perubahan atas Perda Nomor 4 tahun 2011 dan perubahan atas perda Nomor 10 tahun 2014.Untuk pansus Parkir ini ketuai,Herman Sof yan.Kemudian ada Pansus Penyediaan Kakus yang diketuai Dedi Fatria. Sedang kan untuk Ranperda Retribusi Izin Mendirikan Bangunan pembahasannya di tunda dan dibahas bersamaan dengan pembahasan APBD kota Bukittinggi ta hun 2017,ujar Beny Yusrial.

Kedua pansus DPRD itu telah mulai membahasnya,yang dengan di awali dengan melakukan Studi Banding.Untuk Pansus Parkir melakukan Studi Banding  ke Pemko Bandung dan Dinas Perhubungan DKI jakarta.Pansus Penyediaan  Kakus melakukan Studi Banding ke DPRD Kota Bandung  dan Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Kata Beny Yusrial menambahkan Studi Bandin Kedua pansus itu mulai dari tanggal 1 sampai 5 November 2016 ini.

Dan diharapkan,Pansus dapat melaksanakan studi banding ini dengan baik,sehingga pulangnya dari studi banding langsung dapat bekerja untuk mem bahasnya,karena kita dari DPRD menargetkan untuk Ketiga Ranperda ini bisa selesai dalam satu bulan,harapnya.

Ketua Pansus Penyediaan kakus.Dedi Fatria yang dihubungi melalui Ponselnya Selasa soremenyebutkan, Dipilihnya kota Bandung untuk melakukan studi banding kakus ini,karena kondisi kakus di Bandung ini sama dengan kondisi Kakus yang ada di kota Bukittinggi termasuk dalam pengelolaannya.

Namun Kota Bandung telah memiliki perda kakus ini,makanya kita ingin mempelajari Perda tersebut untuk kita buat perbandingan guna membuat Perda kakus di kota Bukittinggi,termasuk sisitim pengelolaan kakus di DKI juga akan kita pelajari guna pendukung Perda yang akan kita buat,ujar Dedi Fatria .

Adapun personil Pansus Penyediaan kakus,ketua,Dedi Fatria.Wakil Ketua,Yusra Adek.Sekretaris,Saiful.Anggota,Rusdi Nurman.Dedi Moeis. Zulius. Jon Edwar.Andre.Fauzan Haviz dan M.Nur Idris.

Sementara itu,Ketua pansus Parkir,Herman Sofyan menyebutkan,dipilhnya kota Bandung dan  Dinas Perhubungan DKI jakarta sebagai kota Studi banding pansus Parkir DPRD Bukittingg,karena kondisi parkir Tepi jalan umum yang ada di Kota Bandung sama dengan yang ada di kota Bukittinggi.Namun Kota Bandung telah melaksanakan sistim E-Tiketing,begitu juga dengan DKI jakarta beberapa ruas jalan telah memakai E-Tiketing yang diperkuat dengan regulasinya,

Walikota Bukittinggi berkeinginan untuk Parkir Tepi Jalan Umum di Kota Bukittinggi  memakai sistim E-Tiketing,untuk itulah kita belajar ke kota Bandung dan Dinas perhubungan DKI Jakarta sebagai pendukung dalam pemba hasan ranperda Perubahan atas Perda Nomor 4 tahun 2011 dan Ranperda Peru bahan atas Perda nomor 10 tahun 2014,ujar Herman Sofyan,

Adapun personil Pasus Parkir.Kordinator,Yontrimansyah,Ketua Pan sus ,Herman Sofyan.Wakil Ketua,Syafri Syam.Sekretaris,Arnis Malin Palimo. Anggota,Nursyida.Aisyah.Farale Sijabat.Asril.Edison.Ibnu Asis.Asri Bakar dan Unefa Harianto.(Aldo)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here