Bahaya, Fly Over Aur Kuning Bukittinggi Minim Penerangan

0
119

Bukittinggi.Dekadepos.com.

Hampir keseluruhan lampu Penerangan jalan yang berada di Jembatan Fly Over sepanjang 600 meter di Aua Kuning,Kota Bukittinggi tidak hidup.Sehingga kondisi Fly Over gelap gulita.Selaian mencemaskan bagi penggunajaan jalan tersebut.Masarakkat yang berada diskitar Fly Over itu juga tidak merasa aman dan nyaman.

Dari pantauan Dekadepos.com ,Jalan layang atau Fly Over yang ada di Aua Kuning itu salah satu tujuannya dibangun untuk mengatasi kemacetan di Aua Kuning.Tetapi dalam kenyataannya kemacetan tetap terjadi di bawah Fly Over.Dan kemacetan itu terjadi,karea pertemuan kendraan dari arah Tigo Baleh dan dari Arah Utara Fly Over menuju Selatan serta ditambah dengan Bus yang keluar dari Terminal.

Kemudian,adanya angkutan kota ataupun angkutan pede saan yang “Ngetem” di sepanjang bawah Fly Over,ditambah para Pedagang yang turut berjuualan dipinggir jalan bawah Fly Over.Angkutan kota dan Pedesaan itu ngetem dan pedagang kaki lima yang berjualan itu kucing kucingan dengan petugas penegak perda kota Bukittinggi.

Yang lebih parahnya lagi,pada malam hari pengguna Fly Over mulai enggan menggunakan jalur Fly Over dan lebih banyak memilih jalur bawah,karena Fly Over sangat gelap dimalam hari.Lampu Lampu jenis solarcel yang ada sepanjang Fly Over sudah banyak yang mati atau tidak hidup.Dan masarakat yangberada disekitar Fly Over tidak merasa aman dan nyaman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kota Bukittinggi, Syahrizal Dt Palang Gagah melalui Kabid Jalan,Jembatan dan Irigasi,Syafrialdi kepada Dekadepos.com,Jumat (3/3) mengakui adanya ketidak nyamanan dan ketidak amanan warga yang tinggal di seputaran Fly Over yang disebabkan banyaknya Lampu Penerangan jalan Fly Over yang mati.

Dan kita dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bukittinggi telah menyurati Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III di Padang. Menurut, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III untuk perbaikan lampu penerangan jalan Fly Over masih tanggungjawab pihak kontraktor yang membangun sampaiakhir Desember 2019.Sebab Fly Over yang belum diserahterimakan itu masih masa pemeliharaan pihak kontraktor dan asetnya masih milik kontraktor,ujar Syafrialdi.

Untuk itu menurut Syafrialdi,kita dari Pemko Bukittinggi meminta kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III untuk dapat menyurati pihak kontraktor yang besangkutan.harap Cecep panggilan akrab Syafrialdi.(Aldo)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here