Bangun Lokal Baru, MDTA Balai Talang Dibantu Perantau 50 Kota

0
124

Kabupaten Limapuluh Kota. Dekadepos.com

MDTA Muhammadiyah Jorong Balai Talang, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak terus berbenah. Karena ruang belajar yang ada tidak lagi memadai, masyarakat setempat membangun lokal baru dan mushalla serta merehab bangunan lama. Pembangunan yang bakal menghabiskan dana sekitar Rp523 juta tersebut telah dilakukan peletakan batu pertamanya oleh berbagai unsur di Jorong Balai Talang, baru-baru ini. “Dari perkiraan biaya Rp523 juta, hingga kini sudah terkumpul sekitar Rp210 juta yang berasal dari sumbangan perantau, masyarakat dan donator lainnya. Menariknya, dari dana yang sudah terkumpul itu sekitar 200 juta diantaranya di peroleh dari satu keluarga perantau,” ungkap Ketua Pantia Pembangunan MDTA Muhammadiyah Balai Talang Fakhri Dt. Sumu kepada wartawan di Balai Talang, usai acara peletakan batu pertama itu.

Menurut Fakhri, untuk tahap awal akan dilaksanakan pembangunan tambahan ruangan belajar sebanyak dua lokal yang masing-masingnya berukuran 7×8 meter. Tahap berikutnya, rehab empat lokal belajar lama yang sudah banyak rusak, terutama pada bagian lantai dan dinding serta loteng. “Untuk pembangunan dua unit lokal baru dan rehab empat ruang belajar lama diperkirakan akan memakan biaya hingga Rp300 juta,” tutur Fakhri.

Sedangkan tahap ketiga, akan dilanjutkan dengan pembangunan mushalla yang direncanakan berukuran ukuran 9×9 meter yang diperkirakan akan menelan biaya hingga Rp200 juta. Tempat shalat saat ini hanya memanfaatkan salahsatu ruangan belajar yang hanya mampu menampung 80 orang, sedangkan jumlah murid sebanyak 130 orang belum termasuk guru.

Dikatakan, tambahan lokal belajar itu sangat mendesak karena ruangan belajar yang ada tidak memadai untuk menampung murid MDTA yang berjumlah 130 orang dengan 4 tingkatan kelas. Selain tidak mampu menampung jumlah murid yang terus bertambah, lokal belajar yang ada juga sudah kurang layak karena fisik bangunan sudah mengalami kerusakan.
“Sejak dulu hingga sekarang, yang belajar di MDTA ini tidak hanya anak dari Jorong Balai Talang, namun juga murid dari nagari ataupun jorong tetangga. Tak heran, jumlah muridnya mencapai 130 orang dan terbanyak di Kabupaten Limapuluh Kota. Sedangkan lokal belajar relatif terbatas,” papar Fakhri yang juga Ketua Bamus Nagari Guguak VIII Koto.

MDTA yang pernah menjadi juara pertama lomba MTA tingkat Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2015 dan juara 3 lomba MDTA tingkat Provinsi Sumatera Barat itu memiliki 7 orang tenaga pengajar yang tahun lalu kembali mendapatkan honor dari Pemkab Limapuluh Kota. “Kita sangat berterimakasih kepada Bupati Limapuluh Kota yang telah merealisir kembali honor bagi guru MDTA ini,” ungkap Fakhri yang dianggukan Kepala Jorong Balai Talang Ansyarullah.

Pada tempat terpisah Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mengapresiasi partisipasi masyarakat Balai Talang dalam pembangunan infrastruktur pendidikan agama Islam tersebut. Ia berharap, MDTA itu semakin eksis menjadi pelengkap pendidikan formal terutama bagi anak yang sekolah di sekolah umum seperti SD. “MDTA ataupun TPA merupakan pendidikan luar sekolah yang memberikan bimbingan dalam pelaksanaan pengamalan ajaran Islam. Kita sangat mendukung keberadaan pendidikan luar sekolah tersebut, bahkan kita terus berusaha untuk meningkatkannya,” ungkap Irfendi. Dengan adanya MDTA dan TPA, lanjut Irfendi, ia optimis ke depan generasi di daerah ini akan memiliki pemahaman agama yang lebih baik dan tidak akan adanya lagi anak yang buta membaca serta buta menulis Al-quran.

“Ini sejalan dengan program Pemkab Limapuluh Kota dalam rangka pengembangan aklak dan syiar Islam,” tutur Irfendi. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here