Banjir di Pangkalan, 4 Orang Tewas Tertimbun Longsor

0
194

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Musibah bencana alam banjir, tanah longsor dan jalan terban kembali melanda Kabupaten Limapuluh Kota. Musibah banjir paling parah terjadi di Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Pangkalan.

Menurut informasi yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, ratusan rumah penduduk, sekolah-sekolah dan rumah ibadah terendam. Bahkan, kantor Polsek Pangkalan terendam hingga kedalaman 2 meter. Begitu juga Masjid Raya Pangkalan, nyaris tertutup genangan dan hanya tampak atapnya saja, karena terendam air Sungai Batang Maek yang meluap.

Selain itu, beberapa titik di jalan negara ruas Payakumbuh-Pangkalan tertimbun longsor dan kayu tumbang. Longsor terparah terjadi di jalan negara antara Koto Alam-Manggilang.

IMG-20170303-WA0021(1)

Bahkan, 6 kendaraan terdiri dari Kijang Avanca dan  pick up terseret tanah longsor ke dalam jurang sedalam 50 meter. Dari informasi yang diperoleh, 4 orang dikabarkan meninggal akibat terseret tanah terban dan satu orang korban sudah berhasil dievakuasi.

Korban yang berhasil dievakuasi dan mayatnya dibawa ke RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh itu bernama, Doni (40) warga Pariawan. Korban bersama adiknya Cuik (25) hendak mengantarkan kelapa dengan mobil pick up ke daerah pinggir, Duri, Riau. Namun, ketika korban sampai di kelok patai, tiba-tiba tanah longsor menyeret mobilnya ke dalam jurang.

Batu seukuran Kijang Avanza terban dari atas bukit nyaris menimbun separoh badan jalan Sumbar-RiauBadan jalan Sumbar-Riau, tepatnya di ruas jalan Aia Putih, Harau tertutup material longsor.

Keluarga korban bernama, Al (50) yang datang dari Pariaman kepada wartawan di RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh membenarkan bahwa korban yang tewas akibat terseret tanah longsor itu bernama Doni.

“Korban ini saya pastikan Doni, setelah melihat jasad  korban di RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh. Sedangkan Cuik adik korban selamat dan hanya menderita luka-luka, saat ini masih berada di lokasi, “ sebut Al.

Untuk mengatasi musibah bencana alam banjir, tanah longsor dan jalan terban tersebut, sejumlah bantuan seperti perahu karet dan beberapa unit alat berat telah diturunkan ke lokasi. Namun, sayangnya, bantuan perahu karet dan alat berat dari Dinas PU dan BPBD serta dari Brimbob serta Baznas itu terhalang puluhan tanah longsor dan belum bisa sampai ke Pangkalan membantu evakuasi korban banjir.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan beserta rombongan yang datang meninjau lokasi Jumat (3/3) pagi, tidak bisa sampai di lokasi banjir di Pangkalan, karena kendaraan yang ditompanginya terhalang tumpukan tanah longsor yang menutup badan jalan.

Menyaksikan pergerakan tanah longsor yang menutup jalan tersebut, Bupati Irfendi Arbi seketika mengajak para pengguna jalan ruas Sumbar-Riau mencari jalur alternatif. Sebab, saat ini jalur Pangkalan banyak tertutup longsor serta rawan bencana terutama longsoran tebing-tebing perbukitan di sepanjang jalan ruas Payakumbuh-Pangkalan.

“Kondisi jalan Payakumbuh-Pangkalan saat ini benar-benar rawan bencana longsor, kayu tumbang dan banjir. Untuk itu kita himbau para pengguna jalan agar bisa mencari jalur alternatif,” ujar Bupati Irfendi di lokasi bencana yang saat itu tengah diguyur hujan lebat.

Bupati Irfendi Arbi meminta Dinas PU segera kirim alat berat tambahan, agar tanah longsor dan pohon-pohon yang menutup jalan bisa segera di singkirkan. Tak kalah pentingnya, segera lakukan komunikasi dan koordinasi dengan PLN Koto Panjang untuk membuka saluran pembuangan air.

Disamping meninjau di wilayah Pangkalan, Bupati Irfendi juga mendatangi langsung sejumlah nagari lainnya yang tertimpa bencana banjir dan longsor. Bahkan Bupati Irfendi sempat turun tangan membantu petugas menggergaji pohon tumbang yang melintang jalan di Koto Alam dengan mesin sinso.

“Banjir ini diakibatkan meluapnya sejumlah sungai yang diantaranya Sungai Batang Maek, Batang Sinamar dan Batang Sianipan,” ujar Irfendi menjawab wartawan.

Data diperoleh, selain Nagari Pangkalan, hujan lebat berkepanjangan kali ini juga membuat banjir di Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan, Kecamatan Kapur IX, Nagari Limbanang Baruah Kecamatan Suliki, Nagari Mungka Kecamatan Mungka, Nagari Subarang Aia Kecamatan Lareh Sago Halaban, Nagari Batu Balang dan Buluah Kasok seta Kandang Lamo Kecamatan Harau.

Belum ada data pasti, namun akibat bencana alam itu, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (esa tegas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here