Bantuan PHK Jangan Digunakan untuk Beli Pulsa Atau Bayar Kredit Sepeda Motor

0
50

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Bupati Limapuluh Kota H. Irfendi Arbi meminta penggunaan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) benar-benar tepat sasaran. Bagi penerima yang kedapatan menyalahgunakanya untuk keperluan lain, bantuan itu bisa saja dicabut.

“Kita tidak ingin bantuan PKH ini disalahgunakan buat keperluan lain seperti buat beli pulsa atau kredit sepeda motor. Kita berharap dana tersebut benar-benar dipergunakan dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan,” papar Bupati Irfendi dalam arahannya pada acara Launching penyerahan bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru PKH  tahun 2018 tingkat Kabupaten Limapuluh Kota di Balai Adat Nagari Tungkar Kecamatan Situjuah Limo Nagari, baru-baru ini.

Dikatakan, bantuan sosial tersebut diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas hidup setiap keluarga yang tidak mampu di kabupaten Limapuluh Kota. Karenanya, bantuan itu hanya digunakan untuk keperluan yang berhubungan dengan peningkatan taraf hidup dan kualitas sumber daya manusia para penerimanya seperti untuk untuk keperluan sekolah, perbaikan gizi dan lainnya.

“Bantuan sosial ini harus dipergunakan sebaik-baiknya. Jika ada laporan yang menyebutkan bantuan itu tidak dipergunakan sebaik-baiknya, tentunya ini perlu dievaluasi,” ingat Irfendi.

Irfendi berharap, program sosial tersebut mampu menjawab tantangan dalam upaya pengentasan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan di daerah ini. Untuk itu ia melarang keras adanya tindakan pemotongan dalam penyaluran bantuan sosial tersebut.

“Kalau ada yang memotong, laporkan kepada saya,” tegas Irfendi.

Lebih lanjut Irfendi mengatakan, sekarang cukup banyak program sosial yang diluncurkan pemerintah bagi warga miskin di negara ini. Seluruh warga miskin diharapkan tersentuh oleh program pemerintah tersebut.

“Kita meminta pemerintah nagari benar-benar mengatahui kondisi seluruh warganya. Kita tidak ingin lagi ada warga yang menghuni rumah tidak layak dan kita tidak mau ada anak miskin pintar yang putus sekolah. Ini tentu harus menjadi perhatian serius kita semua termasuk wali nagari,” papar Irfendi.

Pada kesempatan itu bupati juga menjelaskan jumlah penerima PKH tahun 2018 sebanyak 8.372 penerima KPM. Jumlah itu bertambah sekitar 10.000 KPM dari jumlah tahun 2017 yang berjumlah 7.964 KPM.

Sebelumnya Ketua Bamus Tungkar Muhammad Bayu Vesky dan penjabat Wali Nagari  Tungkar Syahrul Isman dalam penyampaiannya senada mengapresiasi Bupati Irfendi Arbi yang mampu menjadikan penerima PKH di daerah ini selalu naik setiap tahunnya.

“Penerima PKH di Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2018 ini naik sebanyak 10.000. Penambahan penerima manfaat ini tentu tidak serta merta dan tidak terjadi begitu saja, melainkan upaya Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk menggaetnya ke pemerintah pusat,” tutur Bayu, sembari berharap peningkatan jumlah penerima ini terus diupayakan agar semua warga yang patut mendapatkannya ikut menikmati bantuan sosial tersebut.

Ikut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Sosial Harmen, SH, Pj. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati Munir, S.Pd, Kepala BRI Cabang Payakumbuh Muhammad Zahap dan kepala OPD lainnya serta unsur Forkopimca Situjuah Limo Nagari. (est)