Basri Latief: “ Prihatin , Saya Do’akan Ada Dermawan yang Tersentuh Membantu Derita Mega Susi Andriani”

0
463
Ketua DPC Partai Haruna Kota Payakumbuh, Basri Latief

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Hanya hitungan menit setelah derita Mega Suci Andriani (21) warga Simalagi, Kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, tayang di media www.dekadepos.com, telepon genggam awak redaksi media online kebanggaan rang Luak Limopuluah ini berdering.

“ Hallo, ini redaksi www.dekadepos.com. Saya terharu membaca berita Mega Suci Andiriani. Tolong SMS kan alamat pasti rumah Mega Suci Andriani. Secara pribadi, saya akan datang memberikan bantuan semampu saya untuk Mega Suci Andiriani,” ujar si penelpon yang diketahui adalah Basri Latief, anggota DPRD Kota Payakumbuh yang juga Ketua DPD Partai Hanura Kota Payakumbuh.

Diakui Basri Latief, sebagai seorang wakil rakyat, dia mengaku sangat prihatin membaca berita di media, adanya warga Kota Payakumbuh yang tidak bisa berobat hanya karena dia orang miskin.

“Saya sungguh-sungguh merasa prihatin atas derita Mega Suci Andriani. Saya harap, akan banyak para dermawan yang tersentuh hatinya untuk memberikan sedikit rezekinya untuk meringankan biaya pengobatan atau biaya operasi Mega Suci Andriani, “ harap Basri Latief.

Dijelaskan Basri Latief, seyogianya pemerintah Kota Payakumbuh, dalam hal ini Dinas Sosial, berperan mengatasi persoalan-persoalan  sosial seperti yang dialami Mega Suci Andriani.

“ Jika ada warga tidak mampu yang menderita sakit cukup serius dan tidak punya dana untuk berobat, sebaiknya diatasi oleh Dinas Sosial untuk membantu biaya pengobatannya,” harap Basri Latief yang akrab disapa Uda Bas Samsat itu.

Tunggu Uluran Tangan Dermawan

Seperti diwartakan sebelumnya, seorang ibu muda Mega Suci Andriani, tak bisa berobat atau menjalani operasi akibat sakit yang deritanya lantaran tak punya uang.

“ Saya tidak punya uang untuk biaya operasi. Katanya, biaya operasi itu akan menghabiskan dana puluhan juta rupiah. Boro-boro punya uang sebanyak itu, untuk biaya hidup sehari-hari saja kami sangat susah. Maklumlah suami saya hanya bekerja sebagai sopir, dengan penghasilan yang sangat pas-pasan,” ujar Mega Suci Andriani, ketika dijambingi di rumahnya, Minggu (23/9).

Mega Suci Andriani menceritakan bahwa, pernah berobat ke RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh untuk kemudian dirujuk ke RSUP M. Jamil Padang. Namun, setiba di RSUP M. Jamil Padang, dia tidak bisa mendapat perawatan, dengan alasan alat rontgen rusak.

Diungkapkan Mega Suci Andriani, setiap hari sakit yang dideritanya selalu mengerogoti tubuhnya. “ Rasa sakitnya bukan kepalang perih. Namun, apalah daya saya, takdir akibat ketidakmampuan ekonomi, harus membuat saya pasrah. Saya selalu berdoa’ agar Tuhan mengirimkan orang-orang yang peduli dengan nasib saya untuk memberikan bantuan agar penyakit saya ini dapat disembuhkan,” harap Mega Suci Andriani menitikan air mata. (est)