Batal Dikebumikan, Korban Tewas di Pilubang di Bawa Ke Padang

0
14151
Erwin Saputra (45) seorang petani yang merupakan warga Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota (Kanan) Usai Kejadian ketika hendak ditolong warga, namun akhirnya nyawanya tak terselamatkan. (Foto Ist)

Limapuluh Kota, Dekadepos.com 

Erwin Saputra (45) seorang petani yang merupakan warga Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota korban tewas akibat dugaan perkelahian dengan sejumlah kelompok yang terdiri dari Tedy Sutendy (Anggota DPRD Kab. 50 Kota) serta Primsito (40) panggilan Tito yang merupakan Adik Tedy, akhirnya batal dikebumikan di daerah Pilubang yang terkenal dengan Objek Wisatanya itu.

Semula, korban yang juga berprofesi sebagai sopir tersebut dibawa pulang usai diperiksa di Rumah Sakit Dr. Adnaan WD Payakumbuh pada Minggu (10/9). Namun belakangan rencana tersebut batal, karena Jasad Bapak satu orang dibawa ke Padang untuk dilakukan Autopsi/Otopsi (juga dikenal dengan pemeriksaan kematian atau nekropsi. adalah investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian.red).

Dari pantauan di Rumah Duka, ratusan warga sekitar berdatangan kerumah semi permanen yang selama ini dihuni korban bersama istri dan anaknya. Tak berselang lama, jasad korban dibawa menggunakan Ambulance menuju Kota Padang. “ Memang jasad korban Erwin dibawa ke Padang untuk dilakukan Autopsi”. Sebut Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP. Haris Hadis didampingi Kabagops, Kompol. Efrizal, Minggu sore.

Suasana rumah duka di Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota

Kapolres juga menambahkan, kondisi pasca kejadian sudah aman dan terkendali, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses penyelidikan tersebut ke tangan pihak kepolisian.

Sebelumnya, Tedy Sutendy, Korban dugaan perkelahian lainnya juga terpaksa harus dirujuk ke Padang akibat luka yang dideritanya cukup parah, sementara Sang adik, tetap menjalani perawatan dirumah Sakit Islam Ibnu Sina.

Burhanudin (44) salah seorang tetangga korban yang juga berada di lokasi / Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan bahwa, korban Erwin dikenal sebagai pribadi yang cukup baik, pandai bergaul. Saat hendak dibawa pergi dari TKP, korban menolak kepalanya yang berdarah untuk dibalut/diperban dengan kain. “ Ia pribadi yang cukup baik dan pandai bergaul. Usai kejadian, saya sempat mengatakan akan berusaha memberikan pertolongan yang terbaik kepadanya (Erwi.red), termasuk untuk membalut kepalanya yang berdarah, namun ia menolak” kenang Burhanudi. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here