Bawa Wanita Ke Kosan, 5 ABG Pria Diamankan

0
3690

Payakumbuh, Dekadepos.com

Enam orang Anak baru Gede (ABG) diamankan warga disebuah rumah Kosan di Kelurahan Bunian Kecamatan Payakumbuh Barat, mereka diamankan karena diduga melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan. Mereka diamankan pada Rabu (11/10) pada pukul 04.00 Wib dinihari. Saat itu warga Bunian yang melakukan ronda malam melihat sepasang remaja  masuk kerumah kos pria itu dan lansung curiga. Saat dilihat ternyata benar dirumah kos pria itu ada seorang wanita berinisial RF. Saat itu juga warga sekitar lansung mengamankan 6 remaja usia sekolah itu kebekas kantor lurah Bunian di Jalan Tanmalaka.

Pada pagi harinya bersama babinkamtibmas Riki sepakat menyerahkan 6 remaja usia sekolah itu kepada Pol PP Kota Payakumbuh. Mendapatkan laporan dari warga, sehingga 6 orang remaja usia sekolah itu diamankan kemarkas Pol PP di eks Poliko. Kepada Pol PP pemilik Kos EM, mengaku tidak mengetahui anak-anak kosnya malam itu membawa seorang wanita kedalam kamar. “Memang kita menerima informasi warga mengamankan anak kos pria membawa wanita dalam rumah kos. Kemudian kita bawa ke Kantor untuk dimintai keterangan, termasuk kita minta penjelasan ibuk kosnya, dia tidak tahu jika anak-anak kosnya membawa wanita malam itu,” jelas Kasat Pol PP Devitra, didampingi Penyidik Pol PP Erizon dan Kabid Tibum, Atrimon.

Disampaikan, dari interogasi penyidik Saat Pol PP diketahui jika seorang perempuan berinisial RF merupakan seorang remaja putri putus sekolah dari Kapur IX yang sudah lima hari di Payakumbuh. Rencananya RF akan bermain ketempat temannya dan tinggal berpindah-pindah kerumah temannya. Disampaikan Devitra, malam itu diketahui dengan sejumlah temannya berkumpul di Ngalau Indah sampai larut malam dan pulang dini hari dan dibawa oleh teman laki-lakinya ke Bunian tempatnya tinggal.

Ketika ditanya penyidik apa yang dilakukannya selama berada dirumah kos itu, RF menyebut tidak melakukan hubungan seksual malam itu, karena baru 10 menit sampai di rumah kos lansung digrebek warga. Selain RF, lima remaja usia sekolah lainnya juga mengakui tidak melakukan hubungan seksual, namun sudah sering mengkonsumsi obat-obat penenang jenis Eximer dan camsodin serta miras.

“Mereka akui mengkonsumsi obat beberapa jenis, maka kita lakukan pembinaan kemudian yang masih berstatus pelajar dipanggil pihak sekolah tempat mereka belajar disalah satu SMK swasta. Kemudian kita minta mereka membuat surat pernyataan dan diketahui orangtuanya,” sebutnya.

Kedepan disampaikan Devitra, pihaknya akan melakukan razia kerumah-rumah kos di Kota Payakumbuh. Dia berharap agar masyarakat ikut mengawasi anak-anak remaja terutama diruma-rumah kos. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here