Besok, Di Kampus Unand II Bakal digelar ini …

1
200

Payakumbuh, Dekadepos.com

Mengantisipasi terus berkembangnya dan mencegah peredaran gelap, penyalah-gunaan Narkoba jenis Ganja Kering, Narkoba, termasuk Lesbian, Gay Bisek dan Transeksual (LGBT) serta HIV-AIDS di Kota Payakumbuh, Komisi Penangulangan Aid Indonesia (KPAI) Kota Payakumbuh dan BEM Unand Kampus II Payakumbuh bakal menggelar Sosialisasi Deteksi Dini LGBT, Narkoba, HIV-AIDS serta Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular di Kampus Ekonomi dan Peternakan Unand (Kampus II) Kawasan Jalan Rangkayo Rasuna Said Kecamatan Payakumbuh Timur pada Sabtu (4/11) sekitar pukul 08.00 Wib.

Selain menghadirkan Narasumber dari Puskesmas Tiakar, Kementrian Agama juga dari Badan Narkotika Nasional (BNNK) Payakumbuh. Menurut Fahman Rizal, Sekretaris KPAI Kota Payakumbuh, kegiatan tersebut sengaja digelar bagi generasi muda, terutama kalangan mahasiswa, sebab mereka (Mahasiswa.red) adalah kalangan yang rentan dengan hal-hal yang negatif tersebut. Dengan harapan nantinya mereka yang mengikuti kegiatan dapat memahami bahaya LGBT, HIV-AIDS serta penyalah-gunaan Narkoba, sehingga korban akibat hal-hal negatif tersebut tidak lagi bertambah, khususnya di Kota Payakumbuh.

“ Memang besok kita akan menggelar berbagai kegiatan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa/i agar pemahaman mereka dapat bertambah terkait dampak buruk LGBT, HIV-AIDS serta penyalah-gunaan Narkoba. Setelah kegiatan, kita berharap, mereka semakin berfikir kritis dan menambah pemahaman agama”. Ucapnya Jumat sore (3/11).

Fahman juga menambahkan, dengan tema acara Rekonstruksi Moral,Prilaku, budi pekerti dan Nilai keagamaan guna menyelamatkan Generasi Muda juga diharapkan pemahaman nilai keagamaan sehingga terbentuk generasi muda yang kokoh.

Sebelumnya, Fahman juga menyebutkan, Jumlah penderita/pengidap HIV/AIDS di Payakumbuh dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dari data yang berhasil dihimpun dari Komisi Penangulangan Aids (KPA) Kota Payakumbuh, pada tahun 2017 ini jumlah penderita/pengidap AIDS bertambah sekitar 6 orang. Dari 6 orang tersebut satu orang diantaranya merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) dan lima orang sisanya adalah lelaki yang melakukan hubungan seks dengan sesama jenisnya. Parahnya lagi, salah satu dari lima lekaki itu telah berkeluarga dan memiliki anak.

Sebelumnya pada tahun 2016, jumlah penderita HIV/AIDS yang berhasil dijangkau/melapor ke petugas mencapai 59 orang , namun jumlah tersebut terus bertambah dan kini hingga Juni 2017, jumlahnya mencapai 65 orang yang dominan tertular/terkena HIV/AIDS disebabkan oleh hubungan seksual. Baru-baru ini, bahkan satu orang dari 6 orang yang tertular tersebut telah meninggal dunia saat menjalani hukuman di Lapas Payakumbuh karena tersandung kasus Narkoba. Meski jumlah penderita HIV/AIDS terus bertambah, KPA Payakumbuh terus menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak “ menghukum” mereka yang tertular dengan cara penghukuman sosial. Kedepan semua pihak harus ikut andil dalam mengatasi, pencegahan dan penyebaran serta penanggulangan HIV/AIDS di Payakumbuh.

Selain itu, KPA Kota Payakumbuh juga berharap adanya pengawasan yang ketat terhadap perizinan Café/tempat hiburan malam, warnet sehingga penyebaran dan penularan HIV/AIDS serta perilaku seks menyimpang dapat ditekan.

Fahman juga menambahkan, kedepan hendaknya para penderita HIV/AIDS di Payakumbuh bisa mendapatkan Layanan Terapi di Rumah-rumah sakit yang ada didaerah ini, sebab selama ini mereka (penderita HIV/AIDS (ODA) .red) atau yang terjangkit harus bertobat ke Kota Padang dan Bukittinggi. “ Karena Payakumbuh merupakan jalur perlintasan Sumbar-Riau, selain rentan Narkoba, juga rentan dengan HIV/AIDS apalagi dunia hiburan di Payakumbuh pada malam hari juga cukup maju dan berkembang, jadi kedepan memang perlu adanya payung hukum mencegah dampak dari HIV/AIDS ini”. Tambahnya. (Est)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here