Biadab, Gadis ini Digarap Sejak Kelas VI SD Sampai Kelas 3 SMP Dibantu Istri Tersangka

0
358
Inilah pasangan suami istri BL dan SW yang telah merusak masa depan RH

KAMPAR, dekadepos.com-

Pasangan suami istri berinitial BL (53) dan SW (28) warga Dusun V Pematang Kulim, Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. Propinsi Riau, ini pantas dihukum berat. Betapa tidak, demi menyalurkan nafsu setannya, BL dibantu istrinya SW, nekad menyetubuhi RH (14) anak tetangganya sendiri.

Biadabnya, ternyata gadis kelas 3 SMP itu digagahi tersangka sejak masih berumur 10 tahun atau masih duduk dikelas VI Sekolah Dasar. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, BL dan istrinya SW sejak Selasa (19/9) lalu sudah dijebloskan ke kandang situmbin Polsek Tambang, Polres Kampar.

Seperti diwartakan datariau.com, kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur itu terungkap setelah korban RH mengadu kepada orang tuanya TN (52). Selasa pagi (19/9) sekira pukul 08.00 Wib korban pulang ke rumahnya dalam kondisi menangis. Korban RH mengaku dilarang untuk pergi ke sekolah oleh BL, lantaran tidak mau lagi tidur dan menginap di rumahnya untuk berhubungan intim.

Mendengar pengakuan RH, ayah korban TN seperti disambar petir disiang bolong. Namun, tak berselang lama, setelah RH melapor kepada ayahnya, tersangka BL yang juga merupakan tetangganya datang ke rumah korban dan mengakui kepada ayah korban bahwa dia telah menyetubuhi korban setiap korban tidur di rumahnya.

Menurut pengakuan tersangka, perbuatan bejad itu dilakukannya sudah berlangsung sejak korban masih berusia 10 tahun  atau saat masih duduk di kelas 6 SD dan berlansung sampai sekarang saat RH telah berusia 14 tahun  atau kelas 3 SMP. Seperti tidak berdosa, laki-laki tak bermoral itu mengatakan kepada  ayah korban bahwa dia besedia menikahi RH .

Tidak terima anaknya diperlakukan secara biadab oleh BL, akhirnya ayah korban dibantu oleh warga setempat mengamankan pelaku, untuk kemudian melaporkan kasus itu ke Polsek Tambang.

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto SIK, MH melalui Kapolsek Tambang AKP Jambi Lumban Toruan SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Menurut Kapolsek, kedua tersangka BL dan istrinya SW telah diamankan di Polsek Tambang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Untuk melengkapi barang bukti atas terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap korban yang masih dibawah umur itu, penyidik Satreskrim Polsek Tambang telah dimintakan visum et repertum di RS Bhayangkara Polda Riau.

Diungkapkan Kapolsek Tambang AKP Jambi Lumban Toruan SH, ketika dilakukan penyidikan terhadap kedua tersangka, pasangan suami-istri itu mengakui bahwa perbuatan bejad itu dilakukan tersangka BL saat korban masih berumur 10 tahun.

“ Dari keterangan kedua tersangka terungkap bahwa, selama peristiwa bejad itu terjadi istri  SW mengetahui semua perbuatan yang dilakukan suaminya BL dan bahkan juga melihatnya. Alasan SW membiarkan suaminya BL melakukan hubungan terlarang  dengan korban, karena dirinya mengalami sakit kista sehingga tidak bisa lagi melayani kebutuhan biologis suaminya,” ungkap Kapolsek Tambang AKP Jambi Lumban Toruan SH.

Diakui Kapolsek Tambang AKP Jambi Lumban Toruan SH, atas keterangan SW dan istrinya SW, pihak penyidik Polsek Tambang juga menetapkan istri pelaku sebagai tersangka dengan sangkaan turut serta membantu perbuatan tersebut.

“ Tersangka BL dan istrinya SW akan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 jo 82 UU RI no 35 thn 2014 tentang perlindungan anak jo 55, 56 KUH Pidana.” Pungkas Kapolsek Tambang AKP Jambi Lumban Toruan SH. (est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here