BNK Bukittinggi Razia Sejumlah Cafe, Satu Pengunjung Positif Narkoba

0
73
Wakapolres Bukittinggi Kompol,Dasverri Abdi selaku ketua BNK serta Kakan Kesbangpol ,Aldiasnur selaku sekretaris BNK Bukittinggi turut mengintograsi pemandu lagu Karoeke disalah satu cafe di By Pass Bukittinggi,Senin ma lam kemaren.

Bukittinggi, Dekadepos.com

Ketua Harian BNK Bukittinggi Kompol. Dasverri Abdi memimpin langsung Razia Narkoba kesejumlah Tempat di Kota Wisata Bukittinggi, dalam razia tersebut juga ikut mendampingi Sekretaris BNK Aldiasnur, serta anggota Kepolisian Resort Bukittinggi, Kodim dan Sub Den Pom , Kesbangpol, serta Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi. Tim yang dibagi dua pada Senin malam (11/9) itu langsung menuju sejumlah tempat hiburan, diantaranya Cafe Sani dan SPA “HB” diJalan A .Yani (kampung Cino.red).

Di Cafe Sani tim menemui ada 2 orang laki-laki dan 4 orang wanita sebagai tamunya. Setelah dilakukan tes urine, tidak ditemukan adanya pengunjung yang mengkonsumsi Narkoba. Ditempat lainnya, Tim Razia BNK Bukittinggi menemukan 6 orang tamu laki laki  dan 2 orang pemandu lagu wanita dalam SPA “HB” yang juga menyediakan tempat Karaoke di lokasi itu, mereka merupakan ASN dari Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Dari Kampung Cino, Tim Razia BNK Bukittinggi terus bergerak  ke Cafe dan Karoeke Solmed dan Cafe “PM” di jalan By Pass Aua Kuning. Di Dua tempat ini Tim Razia BNK menemui 29 orang tamu yang tengah asyik berkaraoke, 17 orang di Cafe “PM”, terdiri dari 12 orang laki-laki dan 5 orang wanita sebagai pemandu lagu, serta 11 orang di Cafe Solmed dengan 8 orang laki-laki dan 3 orang wanita lainnya.

Keseluruhan yang ditemui di dalam 2 cafe tersebut  diperiksa Urinenya secara bergiliran. Untuk yang ada di Cafe Solmed hasilnya negatif dan tidak ada terdeteksi memakai narkoba. Namun untuk Cafe PM,dari 17 orang tamu dan pemandu lagu yang diperiksa, salah satu dinyatakan positif memakai narkoba. Sebab dalam tes urine itu terdeteki tamu atas nama “Joni” (34) asal Surau Kamba.

Urinenya positif mengandung Amphetamin jenis Shabu-Shabu. Ketika hal itu dikomfirmasikan kepada “Joni”, dia membantah telah memakai Shabu, namun setelah didesak tim Razia BNK, Joni berkilah memakainya terakhir kali 2 tahun yang lalu. Tetapi,anggota Kesehatan yang melakukan tes Urine itu dalam pekiraan nya dari hasil tes Urine yang dilakukan, Joni mengkosumsi zat Amphetamin itu paling lama baru 2 hari belakangan ini. “Karena jawaban yang berbelit -belit diberikan joni. BNK menyerahkan Joni kepada sat Narkoba Polres Bukittinggi untuk ditindak lanjuti pemeriksaannya,” ujar ketua BNK Bukittinggi Kompol. Dasverri.

Dikatakannya, razia Narkoba yang dilalukan BNK Bukittinggi ini merupakan kegiatan rutin untuk memutus mata rantai peredaran dan pengguna narkoba di Kota Bukittinggi. “Sebagai kota Wisata, Kota Bukittinggi harus bebas dari penyalahgunaan narkoba, untuk itulah kita dari BNK selalu melakukan razia Narkoba, Tidak saja razia dilakukan terhadap kendaraan yang masuk kota Bukittinggi, namun kita juga merazia tempat tempat yang mencurigai akan adanya transaksi dan pengguna narkoba secara rutin, seperti cafe dan tempat Karoeke ini”,ujar Dasverri Abdi.

“Untuk yang kita temui berada di dalam cafe ataupun tempat Karoeke pada saat razia dilakukan, semuanya didata dan diperiksa Urinenya ditempat, bagi yang negatif kita beri nasehat serta yang positif jelas akan kita serahkan kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklajuti pemeriksaannya” pungkasnya. (Est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here