Buang Bayi, Pasangan Luar Nikah Di 50 Kota, Mau Enaknya saja

0
21

Payakumbuh, Dekadepos.com

Ternyata pasangan Selingkuh Mau enaknya saja, terbukti buah dari ” keenakan itu” membuahkan hasil seorang bayi laki-laki yang tak dikehendaki untuk lahir, namun pasangan luar nikah itu tersebut tidak mau bertanggung jawab dan malah membuang bayi hasil hubungan gelap nya itu ke sebuah Panti Asuhan di Kawasan Labuah Baru Kota Payakumbuh
Itulah yang dilakukan sejoli yang tengah mabuk asmara, keduanya RC (25) seorang petani yang masih lajang warga dan sang kekasih WP (19) Ex pelajar warga Paninjauan Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. Buah cinta mereka akhirnya malah membawa petaka, mereka harus berurusan dengan pihak kepolisian karena membuang darah dagingnya itu.

Terungkapnya peristiwa tersebut, saat WP meletakkan bayi yang baru beberapa jam dilahirkan oleh sang kekasih di Halaman Rumahnya di Paninjauan Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebelum melahirkan bayi dengan berat 3000 gram itu, WP menghubungi sang kekasih karena tak kuat menahan sakit. Mendapat kabar itu, RC yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka itu langsung datang kerumah RC di Paninjauan Kecamatan Bukik Barisan. Tak berselang lama, akhirnya WP melahirkan dihalaman rumah dibantu sang kekasih.
5

Usai melahirkan sendiri anaknya tanpa bantuan orang lain pada Sabtu (7/1) sekitar pukul 02.00 dinihari, Ibu muda itu bersama sang kekasih berencana akan “ membuang “ bayi itu ke Kota Payakumbuh. RC akhirnya memilih meletakkan darah dagingya di teras sebuah Panti Asuhan di Payakumbuh. “ Saya sengaja meletakkan bayi itu di teras panti Asuhan karena saya sewaktu sekolah sering lewat kesana untuk menunggu mobil” ucap RC kepada penyidik Polres Payakumbuh saat menjalani pemeriksaan pada Senin pagi (9/1).
6

Namun sayang, usai meletakkan bayi malang itu diteras Panti Asuhan, aksinya diketahui oleh pasangan suami istri yang merupakan warga sekitar. Kecurigaan Rini (40) dan suaminya Agus Taufik (43) bermula saat melihat tingkah aneh RC, apalagi kakinya berlumuran dan dipenuhi kotoran. Semula kepada Rini, tersangka mengaku mencari temannya, namun setelah didesak ia akhirnya mengakui bahwa ia usai membuang bayi.

“ Karena curiga dengan kakinya yang berlumuran darah dan kotoran, saya mendesak RC untuk menyebutkan apa yang ia lakukan. Hingga ia akhirnya mengakui perbuatannya itu. Setelah mencari bayi malang itu, saya dan suami menelepon Polisi hingga akhirnya tersangka RC diamankan ke Mapolres”. Sebut Rini di Mapolres Payakumbuh.

Sementara Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasatreskrim, Iptu, Wawan Dermawan didampingi KBO Reskrim, Iptu. Eldi Viarso dan Kanit PPA, Aiptu. Hendra Gunawan menyebutkan bahwa setelah tersangka RC diamankan, Tim Opsnal kembali mengamankan sang ibu, namun karena kondisinya masih lemah, pihak kepolisian belum melakukan penahanan. “ Kedua pasangan yang diduga melakukan pembuangan bayi itu telah kita tetapkan sebagai tersangka. Namun baru satu orang yang ditahan karena kondisi sang ibu bayi yang masih lemah”. Sebutnya.

Tersangka yang mengaku sudah lama menjalin hubungan itu, bakal diancam dengan UU Nomor 36 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman lima setengah tahun.
Selain mengamankan tersangka RC di Mapolres Payakumbuh Kawasan Labuah Silang, Polisi juga mengamankan barang bukti, diantarannya pakain ibu korban dan kaian yang dijadikan untuk membungkus bayi yang kini masih di Rawat di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here