Bubarkan Balapan Liar, Tim 7 Jaring Sejumlah ABG

0
38

Kota Payakumbuh, Dekadepos.com

 Tim Penegak Peraturan Daerah Kota Payakumbuh yang tergabung dalam Tim 7, kembali melakukan razia berbagai Penyakit Masyarakat (Pekat). Baru-baru ini tim yang terdiri dari unsur TNI, Polri, POM, TNI, Kejaksaan dan Pol-PP melakukan razia terhadap Balapan Liar yang kerap digelar sejumlah Anak Baru Gede (ABG) di berbagai titik di Payakumbuh. Dalam razia yang dipimpin Kasatpol-PP, Devitra itu, Tim berhasil menjaring sejumlah remaja yang diduga akan menggelar Balapan Liar.

Usai menggelar Apel di Markas Pol-PP di Kantor Balaikota Baru di Ex. Lapangan Sepakbola Kapten Tantawi Kelurahan Bunian Kecamatan Payakumbuh Utara, Tim bergerak ke  Jalan Lingkar Utara di Batas Kota Payakumbuh-Kabupaten Simpang Tanjung Anau, mengetahui Mobil Tim Penegak Perda datang, ratusan ABG berhamburan dengan kendaraan mereka masing-masing. Namun malang, beberapa orang diantaranya berhasil diamankan petugas, mereka selanjutnya dinasehati dan diminta untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.

4

“ Karena sebagian besar mereka yang kita jaring adalah pelajar, mereka hanya dinasehati saja. Tentu kedepan kita berharap mereka tidak kembali mengulangi perbuatan mereka melakukan balapan liar, sebab hal tersebut membahayakan mereka dan pengguna jalan lainnya”. Sebut Kasatpol-PP dan Pemadam Kebakaran, Devitra didampingi Kasi Penegakkan Peraturan Daerah, Erizon, Senin siang (27/3).

Erizon juga menambahkan, selain merupakan kegiatan rutin, Razia Pekat tersebut juga digelar dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya aksi Balapan Liar yang menganggu kenyamanan masyarakat. Dari Jalan Lingkar, Tim Bergerak ke Jalan Lingkar Utara di Kelurahan Pakan Sianayan. Di daerah yang rawan kecelakaan ini, Tim kembali membubarkan dan mengamankan tiga unit sepeda motor dan 2 orang ABG yang diduga juga bakal menggelar Balapan Liar, satu orang berhasil melarikan diri. Tak sampai disana, Tim kembali bergerak menuju depan Gedung DPRD Payakumbuh di Jalan Soekarno-Hatta, disana tim membubarkan remaja yang masih berkumpul meskipun sudah larut malam. Tim melanjuktkan Razia Pekat ke Café Emstu di Pusat Perbelanjaan Ramayana, namun lokasi tersebut telah tutup.

Razia Pekat diakhiri di Jalan Pacuan Keluarahan Ibuah, dekat RM Nasi Guru disebut masyarakat kerap dijadikan sejumlah anak Punk dan ABG untuk tempat menghisap lem, namun sampai disana tim tidak menemukan apapun, Tim hanya menemukan bekas lem banteng yang berserakan. Dua orang ABG berhasil dijaring diminta untuk memanggil orang tua dan membuat surat pernyataan dan diberikan nasehat. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here