Buntut Rekomendasi, Panwaslih Di “Bawasluhkan “

0
27

PAYAKUMBUH. Dekadepos.com.

Rekomendasi/pengumuman Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Kota Payakumbuh terkait Pasangan Calon Walikota Payakumbuh, Wendra Yunaldi yang dinilai masih bermasalah terkait perpajakan, dinilai sebagai Upaya Penjegalan dan Pembunuhan Calon Walikota Payakumbuh tahun 2017 yang maju dari jalur perseorangan. Sebelumnya, atas temuan Pilkada Payakumbuh, Panwaslih menerbitkan Rekomendasi, dalam rekomendasi tersebut, Panwaslih menilai KPU sebagai penyelenggara Pilkada telah melakukan Pelanggaran Kode Etik dan Pelanggaran Administrasi, baca : http://www.dekadepos.com/2016/11/04/temuan-pilkada-payakumbuh-panwaslih-kpu-langgar-kode-etik/

Hal tersebut diungkapkan Yudilfan Habib, Ketua Forum Peduli Luhak Limo Puluah kepada sejumlah wartawan baru-baru ini. Menurutnya, dalam temuan Panwaslih Nomor 02/TM/PILWAKO/X/2016, terdapat beberapa kejanggalan dan keanehan. Diantarannya, pada saat penetepan Calon Walikota-Wakil Walikota Payakumbuh tahun 2017, Panwaslih yang diberikan waktu oleh KPU, menyatakan bahwa Wendra Yunaldi masih tertunghak pajak. Sementara menurut Habib Wendra Yunaldi saat itu sedang mencari keadilan dengan upaya hukum yang masih di proses di Pengadilan Pajak.

Kejanggalan lainnya menurut Habib adalah, dalam menjalankan tugas Panwaslih, Saudara R yang merupakan Suami Ketua Panwaslih kerap hadir, termasuk ada di sekretariat Panwaslih. Selain itu, sebelum Panwaslih mengumumkan temuan Pilkada tersebut, Saudara R juga diduga ada di Sekretariat Panwaslih. Sehingga Habib menduga adanya intervensi atau setidak-tidaknya mempengaruhi hasil temuan Panwaslih.

Dari hal-hal diatas, Yudilfan Habib menduga bahwa telah terjadi beberapa hal. Yakni Panwaslih Kota Payakumbuh tidak Proporsional dan Profesional dalam menjalankan tugasnya, Panwaslih dari awal diduga memang berusaha menggagalkan calon independent/perseorangan H. Wendra Yunaldi, Panwaslih tidak netral dan imparsial dalam menjalankan tugasnya, Panwaslih diduga dipengaruhi atau kemungkinan di intervensi oleh pihak-pihak lain yang secara interest mempunyai kepentingan prbadi.

Atas hal tersebut, Yudilfan Habib telah melaporkan Panwaslih Payakumbuh secara resmi ke Bawaslu Republik Indonesia.
Sementara Ketua Panwaslih Payakumbuh, Media Febrina ketika dihubungi terkait inisial R yang disebutkan sebagai suaminya, terkesan kurang berkenan. “ Cari saja sendiri” sebutnya singkat, saat dihubungi via Handphone Rabu sore (9/11). (Esha Tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here