Bupati 50 Kota : SKPD Harus Seriusi Pemasaran Produk Olahan Gambir

0
32

LIMA PULUH KOTA, Dekadepos.com

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi meminta SKPD terkait menindaklanjuti secara serius pemasaran produk olahan gambir sejumlah kelompok di daerah ini. Selain itu mengingatkan agar segera mengurus hak paten, agar karya inovatif itu tidak dijiplak atau diakui sebagi miliknya oleh pihak lain.

“Kita berharap produk olahan gambir yang dihasilkan sejumlah kelompok di Kecamatan Mungka dari pengembangan teknologi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar itu segera dipasarkan ke Jakarta. Ini harus ditangani secara serius oleh SKPD terkait,” tekan Bupati Irfendi dalam sambutannya pada acara launching diversifikasi produk olahan gambir pada kegiatan implementasi model bioindustri gambir produksi Kelompok Simpang Tigo, Kelompok Sambal, UPH Gapoktan Ruhama dan Kelompok Baruah Congkong Mungka kerjasama BPTP Sumbar dengan Pemkab Limapuluh Kota di ruang rapat bupati beberapa waktu lalu.

Irfendi menyebut, teknologi sudah dibantu BPTP, jangan sampai produk itu tidak mendapatkan pemasaran. SKPD terkait harus mengkaji dan menyediakan anggaran buat mendukung pemasaran produk gambir tersebut. “Dari sisi rasa, kualitas, kemasan dan lainnya usudah sangat bagus, jangan sampai ketika dilmepar ke pasar tidak ada pembelinya. Ini harus ditangani dengan serius,” ujar Irfendi.
bupati-tunjukan-produk-olahan-gambir

Irfendi juga menegaskan, tidak ingin produk olahan gambir itu diakui sebagai milik orang lain. Untuk itu, produk olahan gambir ini perlu segera dipatenkan sebelum keburu di akui sebagai milik orang lain. “Jangan sia-siakan. Masalah paten ini perlu diantisipasi, guna menghindari resiko kehilangan nilai ekonomis dikemudian hari. Tak kalah pentingnya, Paten tersebut juga akan menjadi sebuah kebanggaan bagi Limapuluh Kota,” kata Irfendi.

Lebih lanjut dikatakan, masih untuk mendukung peningkatan produksi dan pamasaran gambir, selain bekerjasama dengan BPTP Sumbar, jauh hari sebelumnya Pemkab Limapuluh Kota juga sudah melakukan MoU dengan IPB Bandung. Sesuai naskah kerjasama tersebut, IPB akan membantu dan bekerja sama untuk membangun dan mengembangkan berbagai bidang terutama di sektor pertanian secara lua dan sektor pariwisata di Kabupaten Limapuluh Kota. “Kita terus mencari peluang kerjasama dengan berbagai pihak demi mewujudkan masyarakat Limapuluh Kota yang sejahtera. Khusus untuk menyokong komoditi gambir kita juga telah menjalin kerjasama dengan IPB dari sisi pengolahan, pemasaran dan teknologi termasuk dalam membuat ekstraksi atau produk turunan gambir tersebut,” ujar Irfendi.

Sebelumnya Kepala BPTP Sumbar DR. Ir. Candra Indrawanto, M.Sc dalam penyampaiannya mengatakan, saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan Pemkab Limapuluh Kota dalam pengembangan bioindustri gambir guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah gambir buat meningkatkan pendapatan petani. Saat ini BPTP telah mengintroduksi teknologi pembuatan kompos dari ampas kempaan daun gambir guna meningkatkan produksi gambir itu sendiri, serta teknologi pengolahan prokdusi diversifikasi dari gambir.

“Produk diversifikasi gambir itu antara lain berupa teh gambir, jelly gambir dan teh botol daun gambir serta pupuk organik dari sisa kempaan daun gambir,” papar Candra. Dikatakan, BPTP mengembangkan teknologi itu melalui pembinaan kelompok tani yang ada di Nagari Talang Maur dan Simpang Kapuak. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here