Bupati Bagikan Biaya Pendidikan

0
28

LIMA PULUH KOTA. Dekadepos.com.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi betul-betul peduli pendidikan. Baginya, miskin bukan alasan untuk tidak sekolah dan meraih impian mengecap perguruan tinggi. Karena kepeduliannya, tak heran berbagai prestasi di bidang pendidikan sukses digondol sejak beberapa waktu terakhir. Bahkan dalam tiga pekan belakangan setidaknya ada dua prestasi tingkat nasional yang berhasil di rebut daerah ini. Prestasi itu antara lain anugerah Kawastara Pawitra dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diserahkan di Solo pertengahan bulan lalu, karena kepala daerahnya dinilai beritegritas dalam penyiapan calon kepala sekolah. Penghargaan itu jelas tidak terlepas dari komitmen Bupati dalam menyikapi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 tahun 2010 tentang Tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Kebolehan terbaru dipersembahkan salah seorang guru Nining Darlis yang sukses menyabet juara tiga Olimpiade Nasional Pendidikan Sekolah Dasar Bidang Guru Kelas tahun 2016 yang diserahkan Dirjen Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidikan Sumarna Surya Pranata di Jakarta, 4 Nopember 2016.

Karena kepeduliannya yang besar terhadap pendidikan, Irfendi senantiasa menegaskan tidak mau ada anak pintar dari keluarga miskin yang putus sekolah. “Saya tidak mau ada anak pintar dari keluarga miskin yang putus sekolah atau tidak kuliah karena alasan ketiadaan biaya,” tegas Irfendi ketika mendistribusikan zakat bantuan pendidikan bagi siswa sekolah dan bantuan emergensi bagi keluarga miskin dari Baznas di aula Kantor Kemenag Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (7/11).

Irfendi menyadari betul, tingginya tingkat kemiskinan akan mengakibatkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengecap dunia pendidikan. Namun, apapun alasannya, bagi putera Koto Tangah Simalanggang ini anak pintar dari keluarga miskin itu harus bisa melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Ia berharap generasi muda di daerah ini ke depan betul-betul berdaya saing. Untuk mewujudkan harapan itu, pendidikan harus bangkit dan terus berbenah kearah yang lebih baik.
“Kita sangat menyadari pendidikan merupakan garda terdepan dalam pembangunan generasi dan daerah ini. Kita berharap pendidikan bisa memberikan sumbangan bagi perkembangan kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar Irfendi.

Masalah biaya, menurut Irfendi tidak akan menjadi persoalan. Sebab, kini di daerah ini cukup banyak peluang yang bisa dimanfaatkan seperti beasiswa dari berbagai BUMN atau BUMD serta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Kita tahu, selama ini zakat dari PNS di Kabupaten Limapuluh Kota cukup banyak yang disalurkan ke Baznas. Agar kita bisa lebih maksimal lagi mengatasi kemiskinan dan mendukung pendidikan di daerah ini, saya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara untuk menyalurkan 2,5% zakatnya ke Baznas sehingga dana yang terkumpul lebih besar lagi,” ujar Irfendi sembari meminta Basnas Kabupaten Limapuluh Kota mulai memotong 2,5% penghasilannya buat zakat.

Dikatakan, selain Baznas, bantuan biaya bagi pendidikan juga akan bisa diperoleh dari para perantau serta berbagai donator lainnya yang peduli dengan pendidikan di daerah ini. “Saya yakin perantau dan masyarakat akan berkontribusi besar untuk membantu pendidikan anak di kampung halaman. Jadi jangan lagi kita pesimis tidak bisa kuliah. Selain itu saya juga akan menyalurkan dana CSR dari per-Bank-an buat pendidikan,” papar Irfendi.

Masih dalam rangka mendukung dunia pendidikan di daerah ini, Irfendi juga menegaskan tidak mau adanya pungutan liar ataupun gratifikasi dalam institusi pendidikan. Sebab, hal itu akan menjadi catatan buruk bagi dunia pendidikan itu sendiri. Sementar itu pengurus Baznas Kabupaten Limapuluh Kota Jayusman, kepada wartawan mengatakan zakat yang diserahkan bupati tersebut antara lain bagi sejumlah murid SD/MI yang ada di daerah ini sebesar Rp195 juta dan bagi siswa sekolah setingkat SLTA/MA dengan total Rp60,9 juta. Selain itu juga bantuan pendidikan buat anak yang bersekolah di luar Kabupaten Limapuluh Kota sebanyak Rp16,9 juta.

Disamping bantuan pendidikan, dalam kesempatan itu Irfendi juga menyerahkan secara simbolis bantuan emergensi bagi warga miskin yang sakit, serta bantuan membayar hutang bagi keluarga tidak mampu kepada tengkulak dengan total Rp14,5 juta. “Total zakat yang disalurkan hari ini sebesar Rp287,3 juta. Bantuan terbesar dialokasikan buat pendidikan,” ujar Jayusman.

Lebih jauh menjawab wartawan, dijelaskan dalam tahun 2016 ini setidaknya sudah ada sekitar Rp277 juta dana zakat yang disalurkan sebagai bantuan pendidikan. Hingga akhir tahun nantinya bantuan buat pendidikan tersebut diperkirakan akan mencapai Rp700 juta. (Esha Tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here