Bupati Irfendi Arbi:“Contoh KAN Lubuak Batingkok”

0
130
Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi mengapresiasi Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Bundo Kanduang Nagari Lubuak Batingkok Kecamatan Harau

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi mengapresiasi Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Bundo Kanduang Nagari Lubuak Batingkok Kecamatan Harau yang rutin melaksanakan rapat kerja setiap tahunnya secara besar-besaran. Ia berharap apa yang dilakukan niniak mamak dan bundo kanduang di nagari ini dicontoh nagari lain.

Hal itu dikatakan Irfendi dalam sambutannya pada acara musyawarah kerja Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Bundo Kanduang Nagari Lubuak Batingkok Kecamatan Harau di Gedung Sago Bungsu 2, Selasa (7/11).

“Kita bangga dengan KAN dan Bundo Kanduang Nagari Lubuak Batingkok yang bisa melaksanakan rapat kerja setiap tahunnya secara besar-besaran dengan dihadiri seluruh anggotanya yang mencapai seratusan orang. Saya yakin kedua organisasi di nagari ini benar-benar telah menunjukan fungsi di tengah masyarakat,” ungkap Irfendi.

Niniak mamak mempunyai tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan. Selain bertanggungjawab terhadap keluarganya, niniak mamak juga berkewajiban membina dan mengayomi serta melindungi kemenakan.

Dikatakan, niniak mamak mempunyai tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan. Selain bertanggungjawab terhadap keluarganya, niniak mamak juga berkewajiban membina dan mengayomi serta melindungi kemenakan. Begitu pula dengan bundo kanduang, juga diharapkan mampu memperkuat fungsi dan keberadaan niniak mamak.

“Niniak mamak atau pangulu tidak saja berkewajiban terhadap anak dan isterinya, tapi juga bertanggungjawab membina, mengayomi dan melindungi kemenakan. Pituah Minangkabau yang menyebutkan “Anak dipangku, kamanakan dibimbiang”, ungkap Irfendi.

Menurut Irfendi, niniak mamak mempunyai peranan yang sangat penting dan menentukan dalam kekuatan kekerabatan adat Minangkabau. Tanpa panghulu dan ninik mamak, suatu nagari di Minangkabau ibaratkan kampuang yang tidak bertuan.

“Pepatah mengatakan “elok nagari dek pangulu, sumarak nagari dek nan mudo”. Selain itu juga ada pepatah menyebutkan “niniak mamak dalam nagari pai tampek batanyo pulang tampek babarito” , papar Irfendi.

Lebih jauh Irfendi berharap niniak mamak dan berbagai elemen masyarakat lainnya semakin berperan dalam pembangunan masyarakat dan nagari.  Begitu pula Bundo Kanduang, hendaknya juga terus meningkatkan perannya dalam merawat, membimbing, mendidik anak-anaknya serta membimbing dan memberi bantuan serta memperhatikan pendidikan anak kemenakan.

“Selain kepada niniak mamak, kita juga mengharapkan bundo kanduang ikut mengawal masalah adat dan budaya serta pola kehidupan masyarakat yang sesuai dengan tatanan adat dan budaya di nagari,” simpul Irfendi.

Sementara itu Ketua KAN Lubuak Batingkok H Aswandi Janas Dt Mangkuto Sinaro dalam laporannya menjelaskan, rapat kerja itu bertujuan agar para niniak mamak selaku anggota KAN mengetahui dan memahami kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai program kerja. Selain itu juga untuk merumuskan program kerja tahun 2017 – 2018.

Menurut Aswandi, selama ini KAN Lubuak Batingkok telah turut membantu pemerintahan nagari dalam bidang adat, soko dan pusako, tanah ulayat serta dalam kegiatan pemuda, bundo kanduang, seni dan budaya yang ada di dalam Nagari Lubuak Batingkok.

Terpisah Wali Nagari Lubuak Batingkok Yon Elvi Dt Pangulu Bosa, S.A.g kepada wartawan menuturkan kegiatan yang dihadiri oleh 40 orang niniak mamak, 120 orang bundo kanduang, 6 orang alim ulama, anggota Bamus Lubuak Batingkok serta Ketua KAN dari nagari tetangga Nagari Koto Tuo dan Nagari Gurun tersebut didukung dengan anggaran nagari.

“Kegiatan besar yang dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai unsur di nagari ini merupakan rapat besar yang kedua kalinya. Tahun lalu rapat kerja ini juga dihadiri ratusan orang dari seluruh unsur di nagari,” tutur  Yon Elvi.

Unik dan menariknya lagi, acara itu ikut didukung seluruh sudut (kampung) dari ampek suku yang ada di nagari ini dengan membawa makanan masing-masingnya sebanyak dua dulang (baki besar).

“Setiap sudut kampung membawa makanan sebanyak dua dulang buat makan bersama para peserta rapat,” ujar Yon. (est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here