Bupati Irfendi Arbi: “Jangan Gaduh!”

0
63

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Meski selama ini dikenal santun, sabar dan tak meledak-ledak. Namun, ketika meresmikan klinik keuangan desa/nagari di kantor Camat Harau, dihadiri hampir seluruh walinagari se Kabupaten Limapuluh Kota dan sejumlah kepala OPD, Bupati Irfendi Arbi bicara blak-blakan tentang kondisi terkini pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota yang sedang dipimpinnya. “ Amanah mulia sebagai bupati, baru berjalan satu tahun lebih sedikit saya jalani. Kita sudah mencoba melakukan evaluasi terhadap tugas yang amat berat ini. Untuk itu, saya sudah intruksikan kepada wakil bupati, sekda dan Kepala OPD dan jajarannya, tolong bantu saya menjalankan tugas yang amat berat ini, ” ujar Bupati Irfendi Arbi memulai pidatonya. Diungkapannya, bicara tentang pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota yang sedang dipimpinnya, diakui sudah berjalan dengan sebaik-baiknya. Barometernya adalah, ketika pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota tidak pernah mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), setahun kepemimpinnya sebagai bupati, Pemkab Limapuluh Kota berhasil meraih predikat bergengsi itu. “ Ini adalah fakta hukum yang tidak bisa dibantah. Dan, keberhasilan Pemkab Limapuluh Kota meraih WTP itu, tentunya berkat kerjasama yang telah dilakukan jajaran Pemkab Limapuluh Kota,” aku Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi juga menyebutkan, adanya suara-suara sumbang yang menyatakan pemerintahannya berjalan tidak kondusif, tudingan itu sudah terbantahkan dengan berhasilnya kembali Pemkab Limapuluh Kota meraih WTP untuk kedua kalinya tahun 2017. “Siapa bilang pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota tidak berjalan kondusif. Buktinya, tahun 2017 Pemkab Limapuluh Kota kembali berhasil meraih WTP. Ini adalah fakta hukum bahwa, pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota sudah berjalan dengan sangat baik. Sebab, bagaimanapun bicara kita sukses, kita baik, tapi tidak ada faktanya. Makanya, WTP itu adalah fakta hukum tentang keberhasilan kita,” tegas Irfendi Arbi.

Dia juga mengakui bahwa sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo, memerintahkan seluruh kepala daerah baik gubernur, bupati dan walikota jangan duduk di belakang meja saja. Artinya, seorang kepala daerah harus sering turun ke bawah melihat dan mendengar aspirasi masyarakatnya. Bagaimana mungkin seorang kepala daerah bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di tengah masyarakatnya, jika dia hanya duduk dibelakang meja. “Jadi, jika saya sering turun ke jorong dan nagari-nagari, itu bukanlah pencitraan. Tapi, tak lain, adalah dalam rangka ingin melihat apa yang sedang dirasakan dan dialami masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Artinya, kita harus melihat makan ndak masyarakat kita, sekolah ndak anak-anak kita. Bagaimana mungkin kita tahu kondisi masyarakat kita, jika kita tidak turun langsung melihat kondisinya. Makanya sering saya katakan, jika saya turun ke masyarakat itu bukanlah pencitraan, tetapi adalah amanah sebagai pemimpin yang harus saya lakukan, ” beber Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi juga meminta kepada semua pihak, mulai dari Wakil Bupati, Sekda dan jajaran OPD, Camat serta Walinagari dan jorong untuk bersyukur atas keberhasilan yang telah berhasil diraih Kabupaten Limapuluh Kota. “ Keberhasilan yang telah diraih Kabupaten Limapuluh Kota itu, adalah atas kerja keras kita semua. Kita semua sudah bekerja, baik bupati, wakil bupati, sekda dan jajaran OPD, Camat maupun Walinagari serta jorong. Untuk itu, kita pantas bersyukur. Untuk apa kita saling berkelahi, karena masyarakat telah memberikan amanah dan mari kita jalankan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Mari kita bekerja…. bekerja… dan bekerja. Jangan campur adukan pekerjaan dengan politik,” pinta Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi juga menyinggung adanya persoalan politik yang sedang dibenturkan kepada dirinya. Namun dia mengaku tidak ambil pusing dengan kondisi politik yang sedang berkembang itu. “Sejak dulu, saya sudah terbiasa dibenturkan dengan kepentingan-kepentingan politik. Walaupun saya tidak punya uang, tapi saya bersyukur telah diberi amanah. Mungkin amanah itu diberikan masyarakat, karena saya punya niat baik. Makanya, setelah diberi amanah, saya tidak ada punya pikiran macam-macam, kecuali bekerja untuk Kabupaten Limapuluh Kota lebih baik, maju dan masyarakatnya sejahtrera,” beber Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi juga mengatakan bahwa, orang baik-baik banyak di kabupaten Limapuluh Kota. “Untuk itu saya himbau semua orang baik-baik, berkumpulah membangun Kabupaten Limapuluh Kota, karena ada orang zolim berniat untuk menghancurkan orang baik-baik yang berniat akan membangun Kabupaten Limapuluh Kota, “ ujar Irfendi Arbi. Irfendi Arbi juga menghimbau semua pihak, utamanya kalangan pejabat dilingkungan Pemkab Limapuluh Kota, berhentilah memanfaatkan kondisi daerah untuk kepentingan politik, karena Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota masih jauh yakni tahun 2021 mendatang.

“ Untuk saat ini, mari kita fokus bekerja… bekerja…dan bekerja untuk membangun Kabupaten Limapuluh Kota ke arah yang lebih baik. Hentikanlah perbuatan fitnah, menghasut dan adu domba. Rugi kita. Jangan ganggu lagi Kabupaten Limapuluh Kota, jangan kuncang limeh juga Kabupaten Limapuluh Kota. Beri kami kesempatan untuk bekerja untuk membangun Kabupaten Limapuluh Kota. Jangan seluruh persoalan dibawa ke ranah politik. Tidak ada yang aneh-aneh terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, karena semuanya berjalan normal dan aman-aman saja. Namun ada pihak yang sedang berusaha membuat suasana kacau, meski kondisi riilnya kondisi Kabupaten Limapuluh Kota berjalan normal dan baik-baik saja. “ Saya mohon, jangan bikin gaduh Kabupaten Limapuluh Kota, karena kita mau bekerja … bekerja… dan bekerja.” tegas Irfendi Arbi.

Dipenghujung pidatonya, Irfendi Arbi mengakui tidak ada yang berkelahi di Kabupaten Limapuluh Kota, semua berjalan aman-aman dan normatif saja. Sekali lagi jangan bikin gaduh Kabupaten Limapuluh Kota, nanti masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota akan marah. Jangan masalah dibuat-buat, karena masyarakat pasti akan tahu. “Jika ada pegawai yang bikin gaduh, mulai dari wakil bupati, sekda ke bawah termasuk pegawai THL dan pegawai honor akan ada tindakan tegas. Tidak terkecuali kepada Walinagari, diminta untuk bersatu membangun nagari, jangan menyeret-nyeret persoalan ke politik. Mari kita bangun Kabupaten Limapuluh Kota. Terkait ada kritikan atas kelemahan saya, sebagai pemimpin akan saya terima dengan lapang dada, ”pungkas Irfendi Arbi. . (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here