Cegah Gratifikasi Bagi Pejabat Padang Panjang, KPK Gelar Sosialisasi .

0
78

Padang Panjang, Dekadepos.com

Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), Pemerintah Kota Padang Panjang menyelenggarakan Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi Tahap II bagi pejabat eselon IV se Kota Padang Panjang di Auditorium Minang Fantasi, Rabu (26/04). Hadir sebagai Pembicara dalam kegiatan itu Pejabat Direktorat Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, Uding Jouharudin.

Uding Jouharudin mengatakan bahwa Gratifikasi itu sama dengan hadiah. Pemberian hadiah merupakan hal yang biasa terjadi dalam keseharian. Kendati demikian Pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang harus berhati hati dalam menerima hadiah karena hadiah itu ada yang boleh diterima dan ada yang tidak boleh. Gratifikasi yang dilarang yaitu gratifikasi yang dianggap suap dan berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Konsekwensi dari gratifikasi adalah penjara paling lama 20 tahun dan paling sedikit 4 tahun penjara. Namun tidak semua hadiah termasuk kategori gratifikasi, hanya hadiah hadiah tertentu saja yang bisa dikategorikan sebagai gratifikasi dan bila itu diterima dan tidak dilaporkan ke KPK maka konsekwensinya adalah pidana, terangnya.
IMG-20170426-WA0054

IMG-20170426-WA0055

IMG-20170426-WA0056

Uding Jouharudin juga berharap kepada para Pejabat di jajaran Pemerintah Kota Padang Panjang untuk berhati hati. Apabila menerima hadiah sebaiknya melaporkan secara administarasi ke Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di Inspektorat daerah masing masing, dan setelah itu gugurlah kewajiban si penerima karena gratigikasi merupakan delik pidana korupsi yang bisa diputihkan resiko pidananya. Hal ini bisa gugur bila dilaporkan ke KPK melalui UPG dalam jangka waktu 30 hari kerja setelah menerima hadiah yang dianggap berhubungan dengan jabatan seseorang.

Sementara itu dalam sambutannya, Plt. Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Indra Gusnady, mengatakan kegiatan sosialiasi ini diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik, terutama dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi. ” Pemerintah Kota Padang Panjang setiap saat selalu berusaha dan berkomitmen untuk melakukan pencegahan korupsi secara dini terhadap tindak pidana korupsi, termasuk dengan cara mengendalikan gratifikasi dan pembentukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (SABERPUNGLI) dengan melibatkan unsur unsur terkait “, imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan yang ke III kali diadakan di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang. Kegiatan diikuti oleh 180 orang peserta yang merupakan pejabat dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kota Padang Panjang serta dihadiri oleh Kepala SOPD se Kota Padang Panjang. (Edy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here