Cerita Dibalik Tewasnya Penggali Sumur di 50 Kota, Kebetulan Lewat, Berniat Hendak Menolong

0
142

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.com

Ada yang sangat menarik dan membuat warga terharu atas peristiwa tewas/meninggalnya dua orang Warga Kabupaten Lima Puluh karena menggali sumur, selain karena tangisan dan kesedihan didua rumah duka berbeda, juga tentang salah satu korban meninggal yang ternyata bukanlan penggali sumur, sebelumnya diberitakan, BACA : http://www.dekadepos.com/2016/12/02/kehabisan-oksigen-dua-penggali-sumur-tewa/ (KLIK)

korban bernama Romel Baroska (43) panggilan Eka ternyata hanyalah warga sekitar yang kebetulan lewat saat korban Mardi Andesta panggilan An (32) dan Ed (Korban selamat. Red) tengah bekerja melakukan pembuatan sumur. Karena mendengar teriakan minta tolong dari Ed yang telah berada di luar Sumur, Korban An mendekati asal suara itu, ia langsung memberikan pertolongan dan berusaha menarik korban dengan tali. Namun, malang bagi dirinya, ketika tubuh An sudah berada sekitar 3 meter dari dasar sumur, Romel Baroska panggilan Eka, tidak mampu menahan berat badan An, sehingga membuat ia dan korban An jatuh ke dalam sumur.
img_20161202_102904

Kapolsek Harau, AKP Elvia Daimar dan Camat Harau, Deky Yusman serta Danramil Harau, Mayor Inf. Munawar yang datang ke Tempat Terjadinya Peristiwa (TK) mengatakan, saat korban An dan Romel Baroska panggilan Eka, diselamatkan warga diduga An sudah meninggal didalam sumur. Sedangkan Romel Baroska panggilan Eka, sempat dilarikan ke Puskesmas Tanjung Pati, namun nyawanya tidak tertolong dan ayah satu anak itu meninggal dihadapan Bupati Irfendi Arbi yang datang melihat kondisi korban di Puskesmas Tanjung Pati.

Sebagai bentuk belasungkawa, Bupati Irfendi Arbi mendatangi rumah duka kedua korban dan ikut mengantarkan korban ketempat pengistirahatannya yang terakhir di padan perkuburan keluarga.
img_20161202_104326

Sementara Ed, Korban selamat dari Peristiwa tersebut menyebutkan bahwa ia yang masuk ke dalam sumur tersebut. Namun baru beberapa menit pekerjaan pengalian sumur itu dilakukannya, ia merasa siklus udara udara yang ada di dalam sumur tersebut terasa sesak dan menganggu pernafasannya. “ Dada saya sesak dan susah bernafas, akhirnya Saya meminta kepada An untuk dikeluar dari dalam sumur, “ujarnya kepada wartawan disela-sela menjalani perawatan di Puskesmas Tanjung Pati.

Diuraikan Ed, ketika dirinya sudah berada di luar sumur, An menyatakan kepada biar dia saja yang melanjutkan pekerjaan penggalain. Ketika itulah peristiwa naas itu terjadi, korban An berteriak-teriak minta tolong.

img-20161202-wa0050
“ Memang betul, saat itu salah satu korban meninggal dunia, kebetulan lewat disekitar lokasi kejadian, karena mendengar ada yang minta tolong, ia mendekat dan memberikan bantuan, namun sayang takdi berkata lain, ia juga ikut menjadi korban dan peristiwa itu. Semoga pihak keluarga bisa tabah”. Tambah Camat Deki Yusman. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here