Dalam Musrembang, Warga Pertanyakan Kelanjutan Proyek IPAL

0
56

Bukittinggi,dekadepos.com

Warga Kelurahan Belakang Balok,Kec.Aua Brugo Tigo Baleh (ABTB) Kota Bukittinggi kembali mempertanyakan kelanjutan Pembangunan Instalasi Pengo lahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun pemerintah Pusat senilai Rp.1,2 Miliar pada tahun 2013 .Kali ini warga mempertanyakannya dalam  Musrembang tingkat Kelurahan Belakang Balok yang dilaksanakan pada Selasa ( 14/2).

Musrembang yang dihadiri Ketua DPRD Beny Yusrial dan anggota DPR lainnya asal kec.ABTB ,warga mempertanyakan kelanjutan pembangunan IPAL di kelurahan Belakang Balok yan sudah lama terhenti.Dan waga ingin ada penje lasan dari pemerintah Kota Bukittinggi akan kelanjutan Pembangunan IPAL yang akan dijadikan proyek percontohan nasional saat itu.

“Kami ingin tahu dari Pemko Bukittinggi,apa penyebab proyek IPAL itu terhenti,sedangkan proyek itu dibangun dengan uang pemerintah.kalau tidak ada kelanjutanny ,tentu proyek IPAL ini menjadi proyek mubazir dan uang nega ra dihabiskan untuk proyek yang tidak tahu ujung pangkalnya”,ujar warga.

Masarakat tahunya proyek terhenti begitu saja selama 3 tahun dari Pem beritaan media massa, namun kami ingin penjelasan yang pasti dari Pemerintah Kota Bukittinggi,ujar salah seorang warga kepada wartawan.

Karena pada musrenbang itu hadir Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang Kota Bukittinggi Dedi Syafrizal,maka ketua DPRD Beny Yus rial meminta kepada Dedi Syafrizal untuk menjelaskannya.

Dihadapan warga peserta Musrenbang Kelurahan Birugo,Dedi Syafrizal selaku Sekretaris Dinas PU Bukittiggi berjanji untuk kembali menanyakan per soalan pembang8unan IPAL Belakang Balok kepada Dinas PU Propinsi Sumate ra Barat.Saat Musrenbang Dedi Syafrizal berjanji beberapa hari ini untuk menje laskan kepada warga Belakang Balok.

Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Bukittinggi H.Trismon,SH kepada Dekadepos.Com kamis kemaren sangat menyayangkan adanya proyek Nasional yang ter henti di Kota Bukittinggi.Apayang terjadi dengan pembangunan IPAL Belakang Balok ini membuat kita prihatin.ujar Trismon.

Untuk itu,Trsmon meminta kepada Walikota untuk dapat menyikapi per soalan pembangunan IPAL Belakang Balok.Apalagi proyek itu terhenti,karena adanya Surat Dinas PU pada saat itu yang meminta uang jaminan kepada Dinas Prsasaltaskim Sumbar sebesar Rp.1 miliarf lebih,karena dalam proyek itu akan menanamkan pipa di median jalan di Belakang Balok.Seharusnya Pemko Bukit tingi bersyukur dengan pembangunan IPAL tu dan mendukung terlaksananya pembangunan IPAL itu secara baik dan mulus,bukannya saling memberatkan , ujar Trismon.

Karena adanya keinginan pihak Propinsi untuk melanjutkan pembangun an IPAL itu dengan berbagai persaratan yang dimina.hendaknya Pemko Bukit tinggi dapat menyikapinya.yang penting pembangunan itu dapat dinikmati oleh masafakat,apalagi dalam bentuk Intalasi Pengolahan Air Limbah yang sa ngat dibutuhkan,tidak saja bagi masarakat ,namun juga bagi kota Bukittinggi ,ungkap H.Trismon.

Seperti yang diberitakan Dekadepos.com ,dimana pembangunan IPAL di Belakang  Balok merupakan mega proyek pada tahun 2013 yang berasal dari Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh Satker PLP ( Penyehatan Lingkungan  Pemungkiman) Dinas Prasajaltaskim Propinsi Sumate ra Barat dengan memamfaat kan APBN tahun 2013 sebesar lk Rp.1,2 Miliar.

Pembangunan IPAL di kota Bukittinggi berdasarkan Reward Pemerintah Pusat kepada Pemko Bukittinggi yang pada saat itu terpilih menjadi kota sani tasi.Sehingga pembangunan IPAL yang diekspos secara besar besaran waktu itu akan dijadikan proyek percontohan nasional.( Aldo )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here