Damkar Payakumbuh Evakuasi Ular Berbisa Masuk Rumah Warga

0
259

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Tugas pokok Pemadam Kebakaran (Damkar) ternyata tidak hanya terfokus soal penanggulangan peristiwa kebakaran saja. Namun, lebih jauh dari itu, tugas personil Damkar juga dituntut untuk mampu melindungi berbagai ancaman bencana yang mungkin terjadi dan dihadapi masyarakat, baik bencana alam banjir, angin puting beliung, pohon tumbang dan bahkan ancaman gangguan binatang liar berbisa yang dapat menganggu kehidupan dan kenyaman masyarakat.

Setidaknya, tugas ganda penuh resiko dan tantangan namun memiliki nilai sosial kemanusian itu sudah lama dilakoni petugas Damkar Kota Payakumbuh dibawah pimpinan Kasi Ops Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh, Ahdion.

Kasus terbaru terkait operasi penyelamatan yang berhasil dilakukan petugas Damkar Kota Payakumbuh terjadi Kamis pagi (8/3) sekira pukul 06.46 Wib di Kelurahan Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh.

Kamis pagi itu, Damkar Payakumbuh mendapat laporan dari masyarakat setempat adanya seekor ular berbisa jenis Boigo Chynodo (ular Ghahgiang) masuk ke rumah seorang warga bernama Don Indra Jaya.

Menurut Kasi Ops Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Payakumbuh, Ahdion, usai mendapat laporan adanya gangguan binatang berbisa itu, dia memerintahkan Danru 2 dan sejumlah personil Damkar untuk bergerak ke lokasi kejadian.

“ Alhamdullilah, atas kesigapan personil Damkar, ular yang bersembunyi di dalam rumah warga tersebut berhasil di evakuasi,” ujar Ahdion.

Diakui Ahdion, tugas penyelamatan yang terhadap warga itu sudah sering dilakukan petugas Damkar Kota Payakumbuh. Bahkan tidak terhitung peristiwa penyelamatan yang telah berhasil dilakukan petugas Damkar Kota Payakumbuh. Malah, baru-baru ini personil Damkar Payakumbuh juga berhasil mengevakuasi pelajar SMP yang tewas tenggelam di sebuah Embung di Limbukan.

“ Meskipun tugas pokok Damkar adalah penanggulangan kebakaran, namun tidak jarang terjadi petugas Damkar juga terlibat melakukan operasi penyelamatan terhadap berbagai peristiwa yang dapat mengancam keselamatan warga,” pungkas Ahdion. (est)