Dampak Banjir Dan Longsor Pangkalan Sarana Pendidikan Rusak Parah

0
133

Lima Puluh Kota, Dekadepos.com

Apabila sarana pendidikan yang rusak parah, akibat dampak banjir yang melanda Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, tidak segera mendapat perhatian serius semua pihak, dapat dipastikan akan berdampak terhadap perkembangan pendidikan anak di kecamatan paling parah menderita kerugian akibat musibah banjir dan longsor yang terjadi Jum’at 3 Maret lalu. Hasil pantauan ke daerah itu, sebanyak 6 sekolah mulai tingkat TK, SD, SMP dan SMA, menderita kerugian cukup memprihatinkan akibat keganasan banjir dan longsor yang terjadi di daerah itu.

Bayangkan, seluruh sarana pendidikan seperti kursi, meja belajar, lemari dan alat peraga sekolah serta buku-buku pelajaran, buku administrasi, rusak akibat direndam banjir dan lumpur yang menerjang sekolah tersebut. Beranjak dari keprihatinan itulah, anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah “badoncek” menggumpulkan dana bantuan untuk meringankan beban yang dihadapi sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Pangkalan tersebut.

Meskipun aksi kemanusian yang dilakukan para insan pers Luak Limopuluah itu nilai rupiahnya tidaklah begitu banyak. Namun, dana hasil “badoncek” tersebut, berhasil untuk membeli barapa lusin kursi plastik untuk disumbangkan ke sekolah yang menderita kerugian sarana pendidikan akibat dampak banjir itu.
2

3

4

5
Bantuan kursi hasil penggalangan dana dari para wartawan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota itu, Sabtu (11/3) telah diserahkan sekolah SDN 04 Pangkalan, salah satu sekolah paling parah terkena dampak banjir dan longsor yang terjadi di daerah tersebut. Bantuan yang serahkan oleh perwakilan Balai Wartawan, Rotman Ucok Silitongga, Widiat B Arta dan Mardikola itu, diterima, Yosi Sosiani, dengan rasa haru dan terima kasih.

Menurut Yosi Sosiani, hampir 90 persen sarana pendidikan yang ada di SDN 04 Pangkalan dengan jumlah murid 162 orang ini, kondisinya rusak akibat digenangi banjir dan lumpur, seperti kursi dan meja, serta buku-buku pejalaran termasuk buku administrasi guru-guru hancur terendam banjir dan lumpur. “Meskipun SDN 045 Pangkalan ini paling parah terkena dampak banjir, namun sejak Jum’at lalu (10/3) kegiatan bejalar -mengajar sudah dilaksanakan di sekolah ini, walau dengan kondisi apa adanya,” sebut guru kelas V itu.

Guru- guru mengharapkan, semoga pihak pemerintah secepatnya memberikan perhatian kepada sekolah yang menjadi korban banjir ini, agar kegiatan belajar -mengajar untuk pencerdaan anak bangsa ini tidak terganggu, apa lagi waktu dekat ini akan memasuki ujian nasional. Diakuinya, untuk pemulihan mental anak agar tidak trauma akibat musibah banjir, Sabtu (11/3) sejumlah relawan trauma healing sudah melaksanakan kegiatan pembinaan mental anak melalui program sekolah ceria.. “Hasilnya sangat positif, karena anak-anak terlihat senang dengan kegiatan ini,” pungkas Yosi Sosiani. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here