Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari Berkunjung ke Pasaman Barat

0
202
Bupati Syahiran salam komando dengan Komandan Korem Brigjen Bakti Agus Fadjari ke Pasbar. (Sutan)

PASBAR, dekadepos.com-

Pemerintah Pasaman Barat terus melakukan pembenahan agar keluar  dari prediket daerah tertinggal. Tekad Pasbar  tersebut  terus mendapatkan dukungan dari berbagai instansi, termasuk intansi vertikal. Kemarin (30/8), Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P.,M.Si, datang langsung ke Pasbar untuk memberikan dukungan.

Bupati Pasbar H. Syahiran beserta Wakil Bupati Pasbar H. Yulianto  dan  Komandan Kodim 0305 Pasaman Letkol Arm Cosmas Pramundhito menyambut ke datangan rombongan Danrem di kediaman bupati setempat. Dalam kegiatan tersebut rombongan juga meninjau program jamban untuk masyarakat Pasbar di Bandarejo.

Dalam sambutannya, Bupati Pasbar H. Syahiran menjelaskan bahwa Pasbar terdiri dari tiga etnis yakni Minang, Mandailing dan Jawa. Selama ini, ketiga etnis tersebut masih bisa hidup berdampingan sebagai warga negara Indonesia yang baik. Syahiran juga memaparkan bahwa salah satu faktor ketertinggalan Pasbar di banding daerah lain di Sumbar adalah kemiskinan.

“Di Pasbar ini keluarga miskin masih cukup banyak sesuai dengan data BPS, yakni mencapai 23 ribu KK,”papar Syahiran.

Dengan kondisi tersebut, tandas Syahiran perlu dilakukan pembangun secara bahu membahu. Selama ini pembangun sudah mulai berjalan antara Kodim 0305 Pasaman dengan Pemda Pasbar yakni program seribu jamban untuk keluarga miskin, program seribu sambungan listrik dan seribu rumah layak huni. Program tersebut diyakin akan menyentuh kawasan tertinggal di Pasbar.

“Program yang kita sebut dengan tiga kali seribu ini ada juga kerjasama Pemda dengan Kodim,”terang Syahiran.

Komandan Korem 032/Wirabraja  Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P.,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa apa yang dikatakan oleh bupati memang sudah diatur oleh UU. Pembangunan di daerah butuh dukungan semua pihak, termasuk dari instansi vertikal seperti yang dilakukan pada waktu tersebut. Sebagai pertahanan negara, TNI juga membaur dengan masyarakat membawa berbagai program salah satunya cetak sawah baru, pembangun WC untuk masyarakat.

Pembangunan yang berkelanjutan, tegas Bakti Agus Fadjari juga dilakukan oleh TNI. Salah satunya bekerja sama dengan PT. Pegadaian dengan program membangun wc. Di Sumbar sendiri ada 420 unit MCK atau WC, dan di Pasbar sebanyak 50 unit tersebar di berbagai titik di 11 kecamatan.

“Pendampingan dan dukungan kita terhadap pemerintah daerah tidak berbeda dengan apa yang diminta oleh Bapak Bupati Syahiran dan itu sudah kita lakukan disetiap kabupaten kota di Sumbar. Dalam menangani berbagai persoalan, TNI punya Satgas dalam berbagai persoalan tentunya untuk membantu masyarakat,”papar Danrem 032 Bakti Agus Fadjari.

Sebagai daerah yang memiliki tiga etnis, tugas TNI tentu makin punya tantangan, termasuk mengawasi paham radikalisme. Di Pasbar sendiri Satgas sudah dibentuk untuk mengawasi itu termasuk untuk mengawasi kebakaran hutan yang sering terjadi ketika musim kemarau datang.

Sementara itu, Kepala Deputi Area Bisnis PT. Pegadaian Padang Alnaviah Alius menjelaskan sebagai perusahaan negara tentunya pembangun daerah perlu di dorong. Dipilihnya Pasbar sebagai daerah untuk menjalankan program tersebut karena Pasbar salah satu daerah tertinggal di Sumbar.

“Makanya PT. Pegadaian hadir dengan program BUMN hadir untuk negeri dengan membangun MCK dan elektrifikasi, dalam artian CSR kami Pegadaian memang tepat menyentuh sasaran,”kata Alnaviah Alius.(sutan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here