Dapat Rumah Baru, Dasnizar Rasa Bermimpi

0
83

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Dasnizar (59) rakyat miskin yang tinggal di Sawah Laweh, Tungkar, Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota itu, agaknya adalah satu dari sekian banyak kehidupan orang-orang melarat yang akhirnya bersyukur setelah nasibnya mendapat perhatian dari banyak pihak.

Betapa tidak, dengan amat tenang wanita itu terus menjalani kehidupan di rumah nan cempang-cempong. Tiris di sana sini. Di rumah nan reot itu, ia belai anak-anaknya dengan kasih sayang. Berpuluh tahun.

Kini, Dasnizar seperti tengah bermimpi. Bayangkan, tiga pekan lalu rumahnya masih jelek berdinding lempengan papan lapuk, rusak parah, rapuh dimakan usia. Tak ada uang untuk membeli paku sekalipun.

Lalu, bak membalik telapak tangan, rumah itu kini jadi surganya. Bagi dia, sang suami Zulkasmi (60) dan lima anak-anaknya. Terutama anak gadisnya, si sulung Fani, yang masih kelas 1 SMA. Ya, langit kalau akan terang, maka terang saja. Hati kalau akan senang, senang saja.

Satu ketika, Selasa (20/3), seorang rekan wartawan anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah, Muhammad Bayu Vesky, memotret rumah yang dihuni Ibu Dasnizar. Dan menuliskan kisah keluarga malang itu di surat kabar tempat ia bekerja.


Mujur, beberapa hari setelah kabar itu dimuat di surat kabar secepat itu pula orang-orang berhati baik tergugah. Bantuan pun berdatangan. Rumah lapuk itu nan hampir roboh itu di ‘bedah’ sehingga menjadi rumah layak huni. Lengkap dengan aliran listriknya.

Mereka yang membantu mendirikan rumah Dasnizar ini, adalah Baznas Limapuluh Kota dan Kodim 0306/50 Kota dengan nilai bantuan Baznas Rp7,5 juta rupiah dan minimal  ada 6 tenaga TNI setiap hari. “Kita perintahkan 6 anggota bekerja di sana. Kita kerjasama dengan Baznas,” kata Dandim Letkol Kav Solikhin.

Selain itu, bantuan datang dari pengusaha besi dan rangka baja di jalan lingkar utara Kota Payakumbuh , Edi senilai Rp10 juta dan dari pasangan suami istri Ichsan dan Welly asal Mungka Rp5 juta. Kedua donatur di atas, langsung mengantaran bantuan kepada Dasnizar dan Zulkasmi. Hati Edi juga tergerak, akan membantu setiap bulan biaya pendidikan Fani.

Kemudian bantuan datang dari Sekdakab Limapuluh Kota Taufik Hidayat Rp1 juta, dari anggota dan Ketua Bamus sejumlah Nagari di Limapuluh Kota yang dikumpulkan di grup WAG Forum Bamus bernilai ratusan ribu rupiah, serta dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati Munir Rp500 ribu.

Sebelumnya, perantau Nagari Tungkar yang berdinas di TNI juga berkomentar soal foto rumah jelek Dasnizar dan di grup Ikatan Keluarga Tungkar (IKAT). Oleh perwira menengah TNI itu, diminta agar tokoh masyarakat, salah satunya Yusrizal Dt Pado menghubungi Babinsa setempat.

Babinsa juga turun ke lokasi, setelah sehari sebelumnya pihak Baznas melakukan survai. Babinsa turun, didampingi tokoh masyarakat Datuak Bandaro Panjang dan SY Dt Majo Tagantuang dan Pjs Wanag Tungkar Syahrul Isman. Dandim Solikhin langsung mengarahkan anak buahnya dalam kegiatan bakti itu. Ada MoU antara Baznas dan TNI dengan bantuan dasar Rp7,5 juta.

Bantuan tenaga juga datang, setelah Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman Sawah Laweh, Tungkar SY Dt Majo Tagantuang, mengarahkan tukang yang bekerja di Masjid itu, untuk mengalihkan kerja ke rumah Dasnizar dan Zulkasmi.

Akhirnya, sejak akhir Maret, rumah nan dihuni keluarga miskin tersebut, dirobohkan. Ukurannya dibangun baru 6×6. Sebelumnya rumah hanya berukuran 4×4. Atapnya bagus, dindingnya kuat. Rumah juga dikasih loteng. Ada lima titik instalasi listrik dipasang. Baik di kedua kamar, ruangan tamu dapur dan halaman depan.

Karena di sebelah rumah Dasnizar ada saluran air pamsimas, maka air juga dialiri ke rumah barunya. Sebelumnya, keluarga ini mandi berpuluh tahun di ‘luak” (kolam mata air tradisional,-red). Tidak ada jamban bersih di rumahnya. Sekarang, tengah dibangun toilet mini.

“Rumah sudah selesai dibangun. Listrik juga sudah masuk. Aliran air sudah oke, kamar mandi mini juga sudah. Alhamdulillah, terimakasih kami kepada seua pihak, TNI dan seluruh donatur,” kata Syahrul Isman, Pjs Wanag Tungkar yang juga Kasi Pemerintahan Kantor Camat Situjuah, Selasa (10/4) tadi malam.

Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Solikhin dan Danramil Kapten Hariadi menyebut, pihaknya membantu pelaksanaan pembangunan rumah secara swadaya, karena TNI tidak ingin jauh dari masyarakat dan siap membantu masyarakat. Bantuan tenaga dan materil dari TNI , sangat berarti benar oleh Dasnizar dan Zulkasmi.

ROLE MODEL UNTUK SELURUH NAGARI
Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi yang datang ke kediaman Dasnizar dan Zulkasmi Minggu (8/4) bersama rombongannya, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dibangunnya rumah baru untuk Dasnizar. Ungkapan terima kasih juga disampaikan untuk TNI serta Pemkab dalam hal ini Baznas, melaksanakan bedah rumah secara swadaya.

“Ini menjadi role model (percontohan,-red) bagi Pemkab, untuk dilakukan di tiap nagari dengan menggandeng TNI serta Kepolisian. Misal, target kita nanti, satu nagari ada 5 rumah yang diperbaiki setiap tahun,” kata Bupati Irfendi.

Dasnizar dan suaminya Zulkasmi mengaku tidak menyangka, rumah rapuh mereka tiba-tiba sudah tidak ada dan dalam sekejap, berdiri rumah sedang nan rancak. Kini, mereka siap menghuni rumah baru. Rumah nan sekaligus kehidupan baru oleh kaum papa itu. Setiap orang wajib bahagia, begitu pula Dasnizar, Zulkasmi dan anak-anaknya. (rel)